FokusJateng.com – BOYOLALI, – Pemkab Boyolali dan Badan Pusat Statistik (BPS) Boyolali bakal melaksanakan Pendataan Lapangan Sensus Ekonomi SE2026 secara serentak mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026 secara door-to-door.
“Sensus ekonomi ini kan pelaksanaannya hanya setiap 10 tahun sekali. Nah, namanya sensus itu kan kita ingin dapatkan gambaran semuanya, tidak hanya survei sampel. Makanya, pelaksanaannya ya sekali dalam 10 tahun,” kata Kepala BPS Kabupaten Boyolali, Puguh Raharjo, Jumat 12 Juni 2026.
Dijelaskan, cakupan pendataan sangat luas. Semua sektor usaha akan disensus, mulai pertanian, industri, perdagangan besar-kecil, UMKM, jasa, hingga ekonomi kreatif online. Selain itu, BPS juga mengumpulkan data sosial ekonomi keluarga. Untuk rumah tangga, petugas menanyakan nama, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, kepemilikan aset, hingga rata-rata pengeluaran.
“Kalau sensus, semua didata. Tidak ada yang terlewat, seluruh pelaku usaha ekonomi dan rumah tangga di Boyolali akan menjadi sasaran pendataan. Tapi kita jamin kok, kerahasiaannya aman,” tegas Puguh.
Untuk membedakan petugas asli, Puguh meminta warga cek name tag. Sebab di name tag-nya terdapat QR code, yang apabila dipindai, muncul alamat dengan foto, nama, serta datanya.
“Jadi kalau membedakan petugas yang asli atau gadungan ya dari situ. Kalau petugas yang gadungan pasti ya kalau discan mungkin alamatnya muncul tapi bukan mitra.bps.go.id,” imbaunya.
Puguh menyebut karakteristik ekonomi 10 tahun terakhir berubah drastis. Transaksi online, pembayaran digital, hingga UMKM naik kelas jadi sorotan utama sensus kali ini. BPS Boyolali mengerahkan 1.182 petugas rekrutan masyarakat untuk 22 kecamatan. Targetnya 300 ribu lebih rumah tangga dan jumlah usaha terdata dalam sensus ekonomi ini.
“Petugas kita ada 1.182 se-Boyolali. Itu kita rekrut dari masyarakat umum sesuai dengan kewilayahan masing-masing. Kalau penduduk, keluarga rumah tangga itu kan sekitar 300 ribu sekian. Penduduknya di Boyolali ini 1,1 juta hampir 1,2 an. Kalau usaha, di tahun 2016 saja ada 115.000 usaha,” katanya. ( yull/**)
