Mengintip Aksi Nyata UMS Berdayakan Ibu Rumah Tangga di Wonogiri lewat Ekonomi Sirkular

 

FOKUSJATENG.COM, WONOGIRI– Komitmen perguruan tinggi dalam menjalankan Tri Dharma tidak melulu soal teori di dalam kelas, melainkan bagaimana ilmu pengetahuan bisa turun langsung mengubah kehidupan masyarakat secara nyata. Hal inilah yang dibuktikan oleh Tim Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) di Desa Manjung dan Kerdukepik, Wonogiri.
Melalui program lintas disiplin ilmu yang didanai oleh Dikti, tim yang dipimpin oleh Prof. Dr. Sri Lestari, S.Psi., M.Si., Psikolog ini hadir membawa solusi segar bertajuk pemberdayaan ekonomi sirkular dan ketahanan psikologis.

Dari Limbah Jelantah hingga Kesehatan Mental

Mayoritas mitra yang disasar adalah para ibu rumah tangga (IRT) pemilik usaha kuliner kecil-kecilan. Setiap hari, mereka menghadapi beban ganda: mengurus rumah tangga sekaligus memutar otak demi roda ekonomi. Masalah yang sering muncul pun beragam, mulai dari menumpuknya limbah minyak jelantah, manajemen keuangan yang masih bercampur dengan uang dapur, hingga tekanan mental yang memicu stres.
Melihat keresahan tersebut, tim pengmas UMS menyodorkan tiga solusi integratif:

Pelatihan olah limbah: Mengubah minyak jelantah menjadi sabun cuci serbaguna bernilai jual.

Manajemen keuangan:Edukasi merapikan arus kas usaha agar modal tidak lagi bercampur.

Pelatihan kebersyukuran: Intervensi psikologis praktis untuk menjaga kebahagiaan dan kesehatan mental para ibu.

Sinergi Stakeholder: Pendidikan Dimulai dari Rumah

Langkah mulia ini berjalan mulus berkat dukungan penuh dari Yayasan PSA BOCAH PINTAR sebagai stakeholder pendamping di lapangan. Kehadiran yayasan yang peduli pada dunia anak ini menggarisbawahi satu pesan penting: pendidikan dan kesejahteraan mental anak sebetulnya dimulai sejak dini dari dalam rumah. Ketika seorang ibu rumah tangga dibekali dengan literasi ekonomi yang matang, kesadaran lingkungan, dan kesehatan mental yang stabil, maka fondasi keluarga sehat otomatis terbentuk. Ibu yang bahagia dan cerdas akan melahirkan pola asuh terbaik, menjaga kesehatan makanan anak (bebas dari bahaya minyak jelantah berulang), serta mendidik buah hati mereka dalam lingkungan yang positif. Oleh karena itu, PSA BOCAH PINTAR berkomitmen penuh mengawal keberlanjutan program ini.

Antusiasme yang Tinggi

Suasana sosialisasi di Sekretariat KKS Kerdu Kepik pun berlangsung sangat interaktif. Kerennya, saat pemandu acara sengaja memberikan informasi keliru, para ibu langsung kompak mengoreksinya berdasarkan materi edukasi yang baru disimak. Ini membuktikan fokus dan semangat belajar mereka yang luar biasa.
“Terima kasih atas kesempatannya untuk belajar hal baru. Harapannya kami dapat menerapkan ilmu ini dan mewujudkan cita-cita kami,” ungkap Ibu Ambarwati, salah satu perwakilan peserta dengan penuh rasa syukur.
Agar dampaknya tidak berhenti di sini, Tim UMS berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan intensif serta evaluasi berkala selama 2 hingga 3 bulan ke depan demi memastikan kemandirian usaha para ibu. ( bre )