APPSI Karanganyar Direorganisasi, Fokus Kawal Program UMKM dan Selamatkan Pasar Tradisional

Foto : Don Muzhakir Ketua APSI Pusat didampingi Ketua DPW Tani Merdeka Jawa Tengah

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Kabupaten Karanganyar resmi melakukan reorganisasi melalui pelantikan pengurus baru yang berlangsung di Pendopo Rumah Dinas Bupati Karanganyar. Langkah ini diambil sebagai bagian dari persiapan menyambut Musyawarah Nasional (Munas) APPSI yang direncanakan bergulir sekitar empat bulan ke depan.
Dalam kesempatan tersebut, perwakilan pengurus menegaskan bahwa APPSI memiliki sejarah panjang selama 22 tahun dan pernah digawangi oleh tokoh-tokoh nasional seperti Prabowo Subianto, Sandiaga Uno, Ferry Juliantono, hingga Sudaryono. Lewat nakhoda baru di Karanganyar yang dilantik langsung oleh Ketua APPSI Pusat, Don Mudzakir , organisasi ini diharapkan mampu menjadi penyambung lidah para pedagang langsung ke pemerintah.

Sinergi Program Pemerintah dan Masalah Akses Modal

Pengurus yang baru dilantik diinstruksikan untuk langsung turun ke tengah masyarakat guna menyuarakan kesejahteraan pedagang pasar. Salah satu fokus utama yang disoroti adalah banyaknya pedagang yang terganjal masalah BI Checking, sehingga kesulitan mengakses modal usaha.

“Menteri UMKM memang sudah menyampaikan bahwa kredit usaha rakyat (KUR) hingga Rp100 juta tidak memerlukan agunan atau jaminan. Namun, di lapangan tidak ada pendampingan bagi para pedagang pasar. Di sinilah APPSI harus hadir membangkitkan semangat dan memberikan pendampingan agar program Pak Prabowo ini betul-beutl tepat sasaran,” ujar Don Mudzakir usai pelantikan.

Tiga Poin Utama Program Kerja APPSI Karanganyar

Ketua APPSI Karanganyar terpilih, Ilham Syah Husein, memaparkan ada tiga poin penting yang akan menjadi fokus utama masa kepengurusannya untuk memperkuat posisi pedagang pasar agar mampu bersaing:
1. Peningkatan Daya Saing:Menyiapkan pedagang pasar tradisional agar siap berkompetisi dengan pasar modern.
2. Manajemen Pasar: Melakukan koordinasi dan advokasi intensif dengan pemerintah setempat, khususnya Dinas Perdagangan dan Dinas UMKM. APSI akan memetakan (breakdown) masalah dan kebutuhan riil pedagang di lapangan untuk kemudian dicarikan solusi serta tindakan nyata (action).
3. Digitalisasi Pasar:Mendorong penerapan sistem digital di pasar tradisional, salah satunya melalui digitalisasi sistem pembayaran seperti penggunaan QRIS.
Ilham menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menutup atau membatasi persaingan pasar, melainkan fokus pada peningkatan kapasitas pedagang itu sendiri.
> “Lebih ke pelatihan aja kita. Fokusnya nanti banyak ke pelatihan. Jangan kita tutup persaingan pasar, jangan. Tapi SDM-nya yang kita upgrade (tingkatkan kualitasnya),” tegas Ilham Syah Husein.

Dorong Revitalisasi, Bukan Pembangunan Baru

Selain masalah tata kelola internal dan modernisasi, APSI juga menyoroti kondisi fisik bangunan pasar tradisional. Pihaknya berencana mengusulkan kepada pemerintahan mendatang di tahun 2027 agar fokus anggaran dialihkan dari pembangunan pasar baru menjadi revitalisasi (perbaikan) pasar yang sudah ada.
Hal ini didasarkan pada evaluasi beberapa tahun terakhir, di mana proyek pembangunan pasar baru di sejumlah daerah dinilai tidak tepat sasaran dan justru berakhir terbengkalai. Dengan melakukan perbaikan fasilitas yang sudah ada, diharapkan anggaran negara tidak mubazir dan pasar tradisional dapat terus hidup serta bertahan mengikuti perkembangan zaman. ( bre )