FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Kabar segar datang dari dunia pendidikan tinggi Islam. Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) resmi menyerahkan izin pembukaan program studi (prodi) keagamaan baru untuk 12 Perguruan Tinggi Muhammadiyah (PTM). Langkah ini dinilai sangat strategis untuk memperkuat nilai utama ( core values ) yang selama ini melekat pada institusi pendidikan Muhammadiyah.
Penyerahan keputusan Menteri Agama ini dilakukan langsung di Studitorium Kampus Universitas Muhammadiyah Karanganyar (Umuka), Sabtu (13/26).
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Amien Suyitno, M.Ag., menyampaikan bahwa penambahan prodi baru ini bukan sekadar urusan administratif kampus, melainkan sebuah penegasan identitas.
“Ada 12 kampus PTM yang mendapatkan prodi baru. Khusus di Umuka ini ada dua prodi, yaitu Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI),” ujar Prof. Amien usai acara penyerahan SK sekaligus kuliah umum tersebut.
Lebih dari Sekadar Jurusan Baru
Menurut Prof. Amien, kehadiran prodi keagamaan adalah warna asli dari kampus-kampus di bawah naungan Persyarikatan Muhammadiyah. Hadirnya jurusan-jurusan baru ini akan menjadi pelengkap yang menyempurnakan nuansa akademik di sana.
Meskipun kondisi kesiapan tiap kampus berbeda-beda—di mana ada kampus yang baru pertama kali membuka prodi keagamaan dan ada yang tinggal melakukan pengembangan—Kemenag menaruh harapan besar pada kualitasnya.
Kemenag bahkan menargetkan seluruh prodi baru ini bisa langsung tancap gas mengejar akreditasi unggul. Target ini dinilai realistis mengingat prosesnya dikawal oleh tim dan pimpinan yang sangat kompeten di bidangnya.
“Harapannya menjadi unggul semua nanti, karena pimpinannya termasuk asesor,” seloroh Prof. Amien optimis.
Menjaga Keseimbangan Ilmu Umum dan Agama
Bagi masyarakat yang khawatir akan adanya ketimpangan kurikulum, Prof. Amien menegaskan bahwa Muhammadiyah sudah memiliki rekam jejak yang matang dalam mengawinkan ilmu umum dan agama secara harmonis.
“Kalau di Muhammadiyah, dua-duanya seimbang. Muhammadiyah sudah biasa itu, prodi umum sudah banyak, prodi agama tentu melengkapi. Ini adalah cirinya Muhammadiyah. Jadi, ilmu umumnya tetap dikaji, ilmu agamanya juga dikaji,” pungkasnya.
Dengan hadirnya prodi-prodi baru ini, kampus-kampus Muhammadiyah diharapkan semakin maju dan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual. ( kck / bre )
