FOKUSJATENG.COM. KARANGANYAR – Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, meninjau langsung kompleks Asrama National Paralympic Committee (NPC) Indonesia di Delingan, Karanganyar, pada Senin (15/6) siang. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan serta keberlanjutan pembangunan fasilitas bagi para atlet paralimpik nasional.
Dalam keterangannya, Dody mengungkapkan bahwa meski ada permohonan baru untuk gedung edukasi, Kementerian PU memilih memprioritaskan infrastruktur yang jauh lebih krusial bagi mobilitas para atlet di area asrama.
“Sebenarnya ke sini kan ada permohonan baru untuk gedung edukasi. Tapi ternyata masalah yang utama itu ada GOR (Gedung Olahraga) kedua yang mesti kita bangun, plus skybridge (jembatan penghubung),” ujar Dody usai meninjau lokasi.
Skybridge untuk Aksesibilitas dan Keadaan Darurat
Pembangunan skybridge dinilai sangat mendesak demi memfasilitasi aksesibilitas para atlet paralimpik yang memiliki keterbatasan fisik. Kehadiran jembatan penghubung ini menjadi sangat vital, terutama dalam mengantisipasi situasi darurat.
“Supaya nanti kalau listrik mati, teman-teman tidak kesulitan untuk moving (berpindah) dari satu tempat ke tempat lainnya,” tambah Menteri PU.
Selain GOR kedua dan skybridge, proyek berskala besar ini juga mencakup:
Pembangunan gedung edukasi training center
Pengadaan genset baru sebagai daya dukung.
Pemagaran sterilisasi kawasan asrama.
Untuk merealisasikan seluruh proyek fisik ini, pemerintah menyiapkan total anggaran berjalan yang diperkirakan mencapai kisaran Rp400 miliar.
Tunda Asrama Baru demi Efisiensi Anggaran
Menjawab pertanyaan mengenai penundaan pembangunan gedung asrama baru, Dody menjelaskan bahwa kapasitas akomodasi saat ini dinilai masih sangat mencukupi dan longgar. Kementerian PU memilih mengalihkan fokus anggaran agar lebih efisien dan tepat guna.
“Daripada kita bikin sesuatu yang mubazir, kita pindahkan menjadi gedung edukasi di balik bukit ini. Kebetulan pada saat yang sama, NPC juga meminta itu. Jadi asrama kita hold (tunda) sementara waktu. Nanti kalau muridnya sudah penuh, baru kita bangunkan gedung asrama lagi,” jelasnya secara detail.
Proyek pengembangan tahap kedua ini rencananya akan dikerjakan melalui mekanisme perpanjangan kontrak dengan kontraktor lama. Pengerjaan fisik ditargetkan mulai berjalan tahun ini.
“Ya, bismillahirrohmanirrohim, dalam tahun-tahun ini kita mulailah. Total semua pengerjaan mungkin memakan waktu hampir satu tahunan,” pungkas Dody optimistis.
Satker Jateng Siap Kawal Target Target Nasional
Merespons target besar tersebut, Kepala Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Prasarana Permukiman Strategis Jawa Tengah, Affi Triato, menyatakan kesiapan penuh jajarannya di tingkat wilayah.
Affi menegaskan komitmennya untuk mengawal jalannya proyek dari awal hingga akhir agar selesai tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
“Kami selaku pelaksana di lapangan menyatakan siap untuk segera melaksanakan pembangunan fisik tahap kedua ini. Seluruh tim akan bekerja optimal agar seluruh fasilitas, mulai dari gedung edukasi training center hingga skybridge, bisa selesai tepat waktu,” tegas Affi.
