Proyek Rp400 Miliar Berlanjut, Pemkab Karanganyar Kebut 3 Jalur Alternatif Menuju Asrama Atlet NPC

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar terus bergerak cepat meningkatkan aksesibilitas menuju Asrama Atlet National Paralympic Committee (NPC) di Kelurahan Delingan. Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), pemkab tengah menyiapkan tiga jalur alternatif untuk diajukan ke pemerintah pusat melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD).
Langkah taktis ini diambil menyusul kunjungan Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, beberapa waktu lalu. Pihak Penyelenggara Jalan Nasional (P2JN) Kementerian PU pun telah memberikan arahan agar daerah segera menyiapkan rute pendukung yang layak secara teknis demi kelancaran mobilitas atlet, pelatih, hingga pengunjung.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Karanganyar, Brian Adi Setiawan, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang memetakan ketiga alternatif jalur tersebut untuk dimasukkan ke dalam sistem aplikasi Sithia.

“P2JN menginstruksikan kami untuk mengajukan alternatif jalur ini ke program IJD. Ada tiga rute yang sedang kami siapkan melalui aplikasi Sithia,” ujar Brian saat dikonfirmasi awak media.

 

Tiga Opsi Jalur Alternatif yang Disiapkan

Untuk membuka akses terbaik menuju kawasan olahraga disabilitas nasional tersebut, berikut adalah tiga opsi rute yang sedang digodok oleh DPUPR Karanganyar:
1. Alternatif I (Jalur Bumi Perkemahan – Makam Delingan)
Melanjutkan pembangunan jalan dari depan Bumi Perkemahan Delingan ke arah timur hingga tembus kawasan Makam Delingan. Jalur ini dinilai paling aman karena **tidak menghadapi kendala pembebasan lahan**.
2. Alternatif II (Jalur Gayan – Delingan / Jalur Selatan)
Rute ini direncanakan melewati jembatan menuju arah selatan dan terhubung langsung dengan Jalan Lawu (eks jalur MGR). Dari total panjang 1,5 kilometer, baru 700 meter yang terbangun, sehingga masih menyisakan 800 meter ruas jalan yang belum tersambung.
3. Alternatif III (Ruas Delingan – Gadjahan / Jalur Barat)
Pembenahan akses di sisi barat asrama yang sempat rusak akibat aktivitas proyek NPC. Dari total panjang 1 kilometer, pembetonan baru rampung sepanjang 400 meter.

Tantangan Pembebasan Lahan di Jalur Selatan

Meskipun Jalur Selatan (Gayan–Delingan) dinilai sangat strategis karena memotong jalur langsung ke Jalan Lawu, realisasinya membentur tantangan klasik: lahan warga. Untuk memenuhi standar lebar jalan minimal 5,5 meter, pemkab harus melakukan pelebaran di titik-titik yang padat permukiman.
Brian menegaskan bahwa anggaran dari program IJD pusat murni hanya untuk pembangunan fisik. Oleh karena itu, urusan pembebasan lahan sepenuhnya menjadi tanggung jawab dan beban anggaran pemerintah daerah.
“Kalau jalur menuju Makam Delingan relatif aman karena tidak ada kendala lahan. Tetapi untuk jalur selatan, tantangan utamanya adalah kebutuhan anggaran pembebasan lahan yang harus disiapkan pemerintah daerah. Lahan harus sudah siap dan bebas masalah sebelum usulan direalisasikan,” jelasnya.

Menunjang Proyek Mega Pusat Olahraga Rp400 Miliar

Peningkatan infrastruktur jalan ini menjadi sangat mendesak seiring dengan rencana pemerintah pusat menggelontorkan anggaran fantastis senilai Rp400 miliar untuk pengembangan tahap kedua kawasan NPC.
Dalam peninjauan Menteri PU sebelumnya, pengembangan lanjutan ini diproyeksikan sebagai pusat pembinaan atlet disabilitas nasional yang super lengkap. Fasilitas baru yang akan dibangun meliputi:
1. Asrama tambahan
2. Gedung Olahraga (GOR) baru
3. Fasilitas edukasi
4. Jembatan penghubung (skybridge) terintegrasi
Saat ini, DPUPR Karanganyar sedang mengebut penyusunan detail desain agar proses verifikasi di aplikasi Sithia berjalan sesuai jadwal. Konektivitas jalan yang representatif diharapkan mampu menjadi katalisator penting dalam menunjang aktivitas dan prestasi para atlet nasional di masa depan.