Tak Sekadar Tutup Tahun Ajaran, 1.000 Siswa Pangudi Luhur Semarakkan Solo Lewat Karnaval Budaya dan Tari Massal

FokusJateng.com – SOLO – Sebanyak 1.000 siswa SD Pangudi Luhur St. Timotius Surakarta akan memeriahkan Kota Solo melalui Karnaval Budaya dan Pentas Tari Massal bertajuk “Srawung Seni, Nyawiji Rasa”, Rabu 17 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi penanda berakhirnya Tahun Pelajaran 2025/2026 sekaligus wujud pelestarian seni dan budaya di kalangan generasi muda.

Karnaval yang melibatkan siswa kelas 1 hingga kelas 6 tersebut digelar dengan dukungan alumni sekolah serta bekerja sama dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Acara akan dimulai dari halaman Balaikota Surakarta menuju SD Pangudi Luhur melalui Jalan Arifin dan Jalan Sugiyopranoto.

Tema “Srawung Seni, Nyawiji Rasa” dipilih untuk menggambarkan semangat kebersamaan, keharmonisan, dan rasa syukur seluruh warga sekolah dalam menutup tahun pelajaran.

Kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Pemerintah Kota Surakarta serta momentum menyambut Tahun Baru Jawa atau 1 Suro.

Kepala SD Pangudi Luhur St. Timotius Surakarta, Marsono Adi, mengatakan karnaval budaya menjadi sarana bagi siswa untuk belajar sekaligus mengekspresikan kemampuan yang telah mereka kembangkan selama satu tahun pembelajaran.

“Melalui tema Srawung Seni, Nyawiji Rasa, kami ingin mengajak anak-anak belajar tentang kebersamaan, menghargai budaya, serta berani mengekspresikan diri melalui seni. Ini bukan sekadar penutupan tahun pelajaran, tetapi juga bagian dari proses pembentukan karakter siswa,” ujar Marsono Adi.

Setelah karnaval tiba di sekolah, para siswa akan menampilkan tari massal yang telah dipelajari selama semester dua. Kelas 1 akan membawakan Tari Udang Windu, kelas 2 Tari Nusantara, kelas 3 Tari Oglek, kelas 4 Tari Mangastuti, sementara kelas 5 menampilkan Tari Lembe-Lembe dan Tari Laskar Tirang yang diiringi secara langsung oleh gamelan siswa.

Pentas seni tersebut akan diawali dengan penampilan Tari Ganongan dari ISI Surakarta sebagai pembuka acara.

Menurut Marsono Adi, kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan atau seremoni penutupan tahun ajaran, tetapi juga menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan komunikasi, kerja sama, dan kepercayaan diri siswa.

“Kami berharap pengalaman tampil dalam karnaval budaya dan tari massal ini dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Indonesia, khususnya budaya Jawa yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Surakarta,” katanya.

Melalui kegiatan tersebut, SD Pangudi Luhur ingin menanamkan nilai-nilai budaya Jawa seperti kerukunan, keselarasan, gotong royong, serta penghargaan terhadap seni tradisional kepada para peserta didik sejak usia dini.

Acara berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 11.00 WIB dan dipusatkan di halaman SD Pangudi Luhur St. Timotius, Jalan Sugiyopranoto Nomor 1, Kampung Baru, Pasar Kliwon, Surakarta. Selain menjadi ajang unjuk kreativitas siswa, kegiatan ini juga diharapkan menjadi perayaan budaya yang mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat Kota Solo.  (ANur/**)