FOKUSJATENG.COM-SRAGEN-Hari libur tahun baru Hijriyah atau libur Sura berdampak pada serapan tenaga kerja yang mengerjakan proyek pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Kabupaten Sragen. Pada hari normal biasanya mencapai 900 orang tenaga kerja berkurang menjadi 679 orang.
Hal ini terungkap ketika Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo inspeksi mendadak (sidak) di lokasi proyek pembangunan Sekolah Rakyat Selasa 16 Juni 2026. Sidak tersebut dilakukan sengaja tidak memberi terlebih dahulu kepada kontraktor agar mendapatkan informasi yang sesungguhnya di lapangan. Sehingga agenda tanpa protokol tersebut tidak diketahui pejabat daerah.
“Saya ke lokasi mencari tahu masalah dan menemukan solusinya,” katanya. Hasil sidak, pengerjaan proyek tidak berjalan dengan kekuatan penuh tenaga kerja. Sebagian pekerja pulang mengikuti tradisi Jawa yaitu Libur Sura. Bagi sebagian warga, pergantian tahun Jawa merupakan libur besar.
Meskipun terdapat tenaga kerja berkurang, namun progres pembangunan secara fisik cukup memuaskan. Progres secara nasional berada di angka 79,31 persen. Lantas capaian di Kabupaten Sragen sudah mencapai 87 persen. “Ini progres terbaik di Indonesia,” tutur Dody.
Kekurangan tenaga kerja ini diharapkan segera pulih kembali. Pihaknya menginstruksikan penyedia jasa untuk melakukan penambahan tenaga kerja secara masif hingga menyentuh angka 1.100 sampai 1.200 orang. “Tidak ada waktu untuk bersantai. Agar target fungsional gedung sekolah tidak meleset dari akhir Juni, Kementerian PU mewajibkan proyek dipecut tanpa henti dengan sistem kerja lembur penuh atau shift 24 jam,” tegasnya.
Terpisah, kontraktor pelaksana proyek Sekolah Rakyat (SR) Sragen langsung bergerak cepat merespons instruksi percepatan pembangunan. PT Adhi Karya selaku pemegang proyek memastikan bahwa ritme kerja di lapangan kini telah dioptimalkan demi mengejar target fungsional total menjelang tahun ajaran baru.
“Posisi progres pembangunan saat ini sebenarnya sudah sangat impresif. Fisik bangunan secara keseluruhan telah menyentuh angka 87,12 persen. Dengan angka tersebut, proyek SR Sragen ini berhasil masuk dalam jajaran 5 besar proyek dengan progres tercepat di Indonesia,” papar Project Manager PT Adhi Karya Ugi Sugiarto.
Meski demikian, pihaknya tidak mau jemawa mengingat masa kontrak kerja akan habis pada 20 Juni 2026 mendatang. Menindaklanjuti teguran menteri terkait merosotnya jumlah pekerja akibat libur Suro, Ugi menegaskan mobilisasi massa pekerja kini menjadi fokus utama. Saat ini, jumlah tukang yang bertahan di perimeter proyek berada di kisaran 980-an pekerja.
Sisa pekerjaan mayoritas didominasi oleh pengerjaan arsitektural atau finishing. “Fasilitas utama yang masih kami kejar adalah kantin SD dan kantin SMA. Saat ini strukturnya sudah selesai, tinggal proses pemasangan atap. Kami perkirakan dalam 4 hari ke depan area kantin ini sudah tertutup rapi,” jelasnya. (*)
