FokusJateng.com – BOYOLALI – Taman Nasional Gunung Merbabu resmi mengoperasikan Shelter Emergency berbasis teknologi di Pos 3 Jalur Pendakian Suwanting, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Fasilitas ini dihadirkan untuk memperkuat sistem keselamatan pendaki sekaligus mendukung target zero accident di kawasan gunung tersebut. Shelter yang berada pada ketinggian 2.738 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu merupakan hasil kolaborasi antara Balai TN Gunung Merbabu, Arei Outdoor Gear, dan Kelompok Tani Hutan (KTH) Suwanting Indah.
Pembangunan dilakukan pada 29 Mei hingga 10 Juni 2026 melalui skema cost sharing, sebelum akhirnya diserahkan dan diresmikan untuk mulai beroperasi.
Fasilitas ini dirancang sebagai ruang perlindungan darurat bagi pendaki yang mengalami kondisi berbahaya di jalur pendakian, seperti cuaca ekstrem, hipotermia, tersesat, hingga kecelakaan. Shelter ini menjadi titik evakuasi awal sebelum proses penanganan lebih lanjut dilakukan oleh petugas.
Tidak hanya sebagai tempat perlindungan, Shelter Emergency ini juga dilengkapi fasilitas berbasis teknologi, antara lain panel listrik tenaga surya, kamera pengawas (CCTV), jaringan internet (Wi-Fi), perangkat komunikasi radio (RIG), serta sistem penangkal petir. CCTV di lokasi tersebut juga difungsikan untuk memantau kondisi cuaca dan aktivitas pendakian secara real time.
Kepala Balai TN Gunung Merbabu, Dr. Anggit Haryoso, menyampaikan bahwa keberadaan shelter ini merupakan bagian dari penguatan sistem mitigasi risiko dalam aktivitas pendakian di kawasan konservasi tersebut.
“Pembangunan shelter emergency ini merupakan bagian dari upaya mendukung program Kementerian Kehutanan dalam mewujudkan program Zero Accident di kawasan Taman Nasional. Ini merupakan hasil kolaborasi yang baik antara TN Gunung Merbabu, Arei Outdoor Gear, dan KTH Suwanting Indah. Kami berharap fasilitas ini dapat meningkatkan keselamatan pendaki sekaligus menjadi momentum untuk menciptakan pendakian yang lebih aman, nyaman, dan bertanggung jawab,” tulis keterangan Kepala Balai TN Gunung Merbabu, pada Selasa 16 Juni 2026.
Pihaknya juga mengingatkan agar seluruh pendaki turut menjaga fasilitas yang telah disediakan agar dapat berfungsi secara optimal dalam jangka panjang.
“Kami mengimbau para pendaki untuk menggunakan fasilitas ini dengan bijak, tidak merusak, tidak melakukan vandalisme, serta menjaga kebersihan lingkungan. Mari bersama-sama menjaga kawasan ini dan meninggalkan jejak kebaikan, bukan sampah,” tambahnya.
Head of Marketing Communciation Arei Outdoor Gear, Nashiruddin Muhammad menyatakan bahwa pembangunan shelter emergency merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung keselamatan aktivitas pendakian Gunung Merbabu Jalur Suwanting.
“Fasilitas ini kami hadirkan sebagai bentuk kontribusi terhadap keselamatan pendaki. Bukan karena kami mengharapkan keadan darurat terjadi, namun karena kami peduli
ketika hal itu terjadi. Terima kasih untuk semua pihak yang terlibat dalam pembangunannya, semoga langkah kecil ini membawa manfaat besar di lapangan, hari ini dan masa yang akan datang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dusun Suwanting, Sutopo menegaskan bahwa keterlibatan masyarakat dalam pembangunan fasilitas ini merupakan bagian dari kolaborasi pengelolaan kawasan konservasi berbasis masyarakat.
“Kami mendukung penuh upaya peningkatan keselamatan pendaki. Ini juga menjadi bentuk peran aktif masyarakat dalam menjaga dan mengelola kawasan Gunung Merbabu secara berkelanjutan,” ungkapnya.
Dengan beroperasinya Shelter Emergency ini, TN Gunung Merbabu memperkuat sistem keselamatan pendakian sekaligus mendorong budaya pendakian yang lebih aman, tertib, dan bertanggung jawab. Fasilitas tersebut selanjutnya akan dikelola sebagai Barang Milik Negara (BMN) sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. ( ist/***)
