FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Keheningan malam di Dusun Karang, Desa Karangsari, Kecamatan Jatiyoso, Karanganyar berubah mencekam pada Kamis (18/6/2026) malam. Sebuah kebakaran hebat nyaris melumat habis kandang ternak milik Marsowiyono (71), seorang petani setempat. Namun, di balik musibah tersebut, sebuah aksi kepedulian dan gotong royong yang luar biasa terekam nyata saat aparat kepolisian bersama warga bertaruh waktu demi menyelamatkan enam nyawa berharga.
Enam nyawa tersebut bukanlah manusia, melainkan enam ekor sapi peliharaan Mbah Marsowiyono yang malam itu terjebak di dalam kandang yang mulai dikepung si jago merah. Bagi seorang petani, ternak-ternak tersebut bukan sekadar hewan, melainkan harta dan sandaran hidup yang tak ternilai harganya.
Kronologi Kejadian
Peristiwa bermula sekitar pukul 18.30 WIB ketika Mbah Marsowiyono membersihkan area sekitar kandang dan membakar tumpukan sampah di sampingnya. Merasa api cukup aman, ia kemudian masuk ke dalam rumah untuk beristirahat.
Nahas, angin malam yang berembus membuat bara api cepat merembet tanpa disadari. Sekitar satu jam berselang, tepatnya pukul 19.30 WIB, beberapa tetangga yang melintas tersentak melihat kobaran api yang sudah membesar dan mulai melalap struktur bangunan kandang.
Seketika, teriakan minta tolong memecah kesunyian malam. Warga sekitar yang mendengar jeritan tersebut langsung berhamburan keluar rumah, bergegas menuju lokasi dengan peralatan seadanya.
Sinergi Evakuasi di Tengah Kepulan Asap
Mendapat laporan dari masyarakat, personel Polsek Jatiyoso dipimpin langsung oleh Kapolsek Jatiyoso, AKP Suryono, langsung bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara (TKP). Mengetahui ada enam ekor sapi yang terancam terpanggang hidup-hidup di dalam kandang, polisi bersama warga langsung mengambil tindakan nekat namun terukur.
Di tengah kepulan asap hitam yang pekat dan hawa panas yang menyengat, petugas dan warga berbagi tugas. Ada yang fokus menyiramkan air secara estafet untuk melokalisir jalannya api, sementara sebagian lainnya menerobos masuk untuk melepaskan ikatan tali dan mengevakuasi keenam ekor sapi tersebut ke tempat yang aman.
Kapolres Karanganyar melalui Kapolsek Jatiyoso, AKP Suryono, membenarkan adanya insiden sekaligus aksi penyelamatan heroik tersebut.
“Begitu menerima laporan, kami langsung terjun ke lapangan. Prioritas utama saat itu adalah melokalisir api agar tidak merembet ke hunian warga, sekaligus menyelamatkan enam ekor sapi yang ada di dalam kandang. Alhamdulillah, berkat kekompakan warga dan kesigapan anggota di lapangan, keenam sapi tersebut berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat tanpa luka,” ujar AKP Suryono saat dikonfirmasi.
Kerugian Materiil dan Imbauan Kamtibmas
Setelah berjuang keras selama hampir satu jam, amukan si jago merah akhirnya berhasil dijinakkan total sekitar pukul 20.30 WIB. Meski seluruh hewan ternak berhasil diselamatkan dan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, bangunan kandang mengalami kerusakan cukup parah. Kerugian materiil yang dialami korban diperkirakan mencapai sekitar Rp7.000.000,- (Tujuh juta rupiah).
Belajar dari kejadian ini, AKP Suryono memberikan imbauan menyentuh sekaligus tegas kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah Jatiyoso, agar lebih waspada saat melakukan aktivitas yang memicu api.
“Kami mengimbau dengan sangat kepada warga, jika membakar sampah atau membuat perapian (diang) di dekat kandang, mohon jangan ditinggal sebelum api benar-benar padam total. Kondisi cuaca dan angin bisa dengan cepat memicu hal-hal yang tidak kita inginkan. Mari bersama-sama menjaga lingkungan kita agar tetap aman,” pungkas Kapolsek.
Malam itu, Dusun Karang memang menyisakan puing-puing sisa kebakaran. Namun, dari abu sisa kebakaran tersebut, ada kehangatan lain yang tersisa: bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kepedulian antara polisi dan warga Jatiyoso masih berdiri sangat kokoh.
( bre )
