Fokus Jateng-BOYOLALI-Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Boyolali mencatat angka dua ton dari timbulan sampah yang dihasilkan dari tiga titik keramaian dalam perayaan malam tahun baru kemarin.
Sampah plastik masih mendominasi di tiga kawasan itu usai perayaan malam pergantian Tahun Baru 2026. Pembungkus makanan dan gelas minuman sekali pakai menjadi jenis sampah yang paling banyak ditemukan. Di salah satu akun media sosial Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali, bahkan menyayangkan masih banyak oknum yang membuang sampah sembarangan di tengah jalan.
Kepala DLH Boyolali, Suraji mengatakan, volume sampah yang dihasilkan di tiga titik keramaian utama, yakni Alun-Alun Kidul, Simpang Lima, serta di Depan rumah dinas Bupati mencapai 2 ton sampah dalam semalam. Untuk mengantisipasi penumpukan sampah, petugas kebersihan langsung bergerak cepat setelah pergantian tahun.
“Kami menyiapkan beberapa petugas kebersihan yang disebar di beberapa titik. Totalnya ada 33 personel untuk perayaan malam tahun baru,” jelas Suraji, Kamis 1 Januari 2026.
Disebutkan dari 33 personel petugas kebersihan, 15 orang diantaranya ditempatkan sekitar Alun-Alun Kidul, 13 personel ditugaskan di Simpang Siaga/Lima, serta 5 personel di rumah dinas Bupati Boyolali.
“Sampah yang sudah dibersihkan kemudian diangkut dengan menggunakan sebuah truck kompaktor,” katanya.
Tidak hanya itu, DLH juga mengerahkan dua mobil panther, serta dua kendaraan roda 3. Armada pengangkut ini juga melakukan penyisiran berulang agar sampah tidak bertahan lama di ruang publik
“Jumlah sampah yang timbul di Simpang Siaga lebih banyak malam tahun 2026 dibanding tahun kemarin. Sedangkan untuk Alun-Alun Kidul jumlah sampah yang dihasilkan tahun ini, lebih sedikit dibanding kemarin,” ujarnya.
Sebelumnya, DLH Boyolali juga menyiapkan puluhan tempat sampah, untuk mengantisipasi banyaknya sampah yang dihasilkan selama perayaan malam tahun baru.
Menurut Suraji, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 16 tempat sampah berukuran besar, serta 14 tempat sampah berukuran kecil yang disebar di seluruh titik keramaian. Hanya saja, masih banyak pengunjung yang abai untuk membuang sampah pada tempatnya.
“Dan tim kebersihan yang di tugaskan menyisir sampah, sudah mulai bekerja sewaktu acara masih berlangsung dan setelah acara selesai,” tambahnya.
Menurutnya, peningkatan volume sampah dipicu oleh tingginya aktivitas masyarakat dan meningkatnya konsumsi selama perayaan pergantian tahun, terutama di kawasan hiburan dan ruang publik. Kendati demikian, ia menyayangkan oknum yang membuang sampah sembarangan. ( yull/**)
