Fokusjateng.com – BOYOLALI- Polisi menyatakan kebakaran kandang ayam milik Ahmadi (51) di Dukuh Dologan RT 05/RW 03, Desa Manyaran, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali, Selasa 2 Juni malam, diduga dipicu korsleting listrik pada salah satu panel bangunan hingga menyebabkan kerugian sekitar Rp 800 juta.
“Peristiwa yang diketahui sekitar pukul 22.30 WIB itu diduga dipicu korsleting listrik pada cooling pad atau alat pendingin kandang ayam,” kata Kapolsek Karanggede, AKP S. Widodo. Rabu 3 Juni 2026.
Ia menjelaskan kebakaran ini pertama kali diketahui warga setempat. Saat itu ia melihat api muncul di bagian tengah kandang ayam milik korban. Kemudian korban langsung berteriak meminta bantuan warga. Warga mencoba memadamkan secara manual, namun api tak kunjung padam..
” Warga yang datang langsung melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya,” kata Widodo.
Namun, upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena api dengan cepat membesar akibat hembusan angin yang cukup kencang. Apalagi, material kandang yang sebagian besar terbuat dari bambu, papan, dan kayu membuat api semakin mudah menjalar ke seluruh bagian bangunan.
Akibat kebakaran tersebut, bangunan kandang dua lantai berukuran 100 x 10 meter ludes terbakar bersama ribuan ekor ayam dan pakan ternak yang berada di dalamnya.
“Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi dan langsung melakukan pemadaman.Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 00.00 WIB,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan awal, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting pada cooling pad atau sistem pendingin kandang ayam. Pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa kabel listrik sepanjang 10 meter untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian materiil yang ditimbulkan cukup besar,” imbuhnya.
Kandang ayam dua lantai berukuran 100 x 10 meter terbakar habis rata dengan tanah. Selain itu, sebanyak 276 sak pakan ayam ikut hangus terbakar.
Kebakaran juga menyebabkan sekitar 16.000 ekor ayam mati terbakar. Sementara sekitar 2.000 ekor ayam berhasil diselamatkan.
“Total kerugian akibat kebakaran tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp 800 juta,” katanya.
Pihak kepolisian mengimbau kepada pengelola peternakan maupun masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, terutama pada bangunan dengan kelembapan tinggi dan menggunakan peralatan listrik dalam jumlah besar. Upaya itu untuk mencegah terjadinya korsleting listrik dan risiko kebakaran.
Sementara Ahmadi, pemilik kandang, mengaku terpukul. Investasi yang telah ia bangun selama ini sirna dalam hitungan jam.
“Peristiwa ini sungguh di luar dugaan. Kami masih berupaya tegar menghadapi musibah ini,” ujarnya. ( yull/**)
