FOKUSJATENG.COM, OPINI , JATENG – Keluhan demi keluhan soal jalan rusak di Perdikan Bumi Berkah belakangan ini makin nyaring terdengar. Dari yang sekadar rasan-rasan di warung kopi, sampai yang meluapkan emosinya lewat foto jeglongan sewu di media sosial. Wajar rasanya kalau masyarakat jengkel. Jalan itu urat nadi—kalau jalannya hancur, ekonomi seret, keselamatan warga pun jadi taruhan.
Menyikapi riuhnya aduan ini, Don Mantovani angkat bicara. Bukan dengan janji muluk-muluk atau bahasa birokrasi yang njlimet, melainkan dengan tiga jurus konkret yang membumi dan langsung menyasar akar masalah.
Menurut Don Mantovani, ada tiga langkah taktis yang harus segera diambil pemerintah dan para pemangku kebijakan:
1. Kuras “Dompet Perawatan”, Maksimalkan untuk Aspal!
“Jangan biarkan anggaran perawatan jalan itu cuma jadi angka di atas kertas sementara jalannya tetap compang-camping,” tegas Don Mantovani.
Jurus pertama adalah mengoptimalkan dan mengalokasikan anggaran perawatan jalan semaksimal mungkin. Pemerintah daerah harus berani memangkas program-program seremonial yang kurang mendesak, lalu mengalihkan dananya (refocusing) demi menambal dan membangun kembali jalan yang rusak. Anggaran harus berpihak pada kebutuhan riil perut dan keselamatan rakyat. Kalau infrastrukturnya mulus, rakyat beraktivitas pun jadi aman dan nyaman.
2. Gotong Royong Lintas Fraksi: “Kethokan” Pokir demi Dapil Mulus
Jalan rusak tidak kenal warna partai. Mau pendukung fraksi A atau fraksi B, kalau lewat jalan berlubang ya sama-sama ngerem dan sama-sama berisiko jatuh. Oleh karena itu, Don Mantovani mengimbau seluruh anggota legislatif untuk menurunkan ego politik dan mulai bergotong royong lintas fraksi melalui jalur Pokir (Pokok-Pokok Pikiran).
“Sekarang saatnya para wakil rakyat patungan komitmen. Arahkan dana aspirasi atau pokir itu fokus untuk perbaikan infrastruktur jalan di daerah pemilihan (dapil) masing-masing,” ujarnya. Jika seluruh anggota dewan kompak “mengeroyok” masalah jalan ini dengan pokirnya, maka percepatan perbaikan jalan di Perdikan Bumi Berkah bukan lagi sekadar impian.
3. Ojo Mung Menerima Laporan: Jemput Bola dan Cek Lapangan!
Zaman sekarang sudah bukan masanya lagi pejabat duduk manis di balik meja menunggu surat aduan datang. Keluhan masyarakat di media sosial atau aplikasi aduan harus direspons dengan kilat.
Don Mantovani menekankan pentingnya sistem jemput bola. Begitu ada laporan warga tentang jalan rusak, tim teknis didampingi pemangku kebijakan harus langsung turun ke lokasi. “Cek lapangan langsung, ukur tingkat kerusakannya, dan segera eksekusi. Rakyat itu butuh bukti beneran, butuh disoroti langsung ke lokasinya, bukan cuma dijawab ‘akan dikoordinasikan’,” pungkasnya tegas.
Menyelesaikan sengkarut jalan rusak di Perdikan Bumi Berkah ini sejatinya hanya butuh dua hal: kemauan politik yang kuat (political will) dan kepedulian yang tulus pada rakyat. Melalui tiga kiat di atas—anggaran yang maksimal, gotong royong wakil rakyat, serta aksi gerak cepat di lapangan—Don Mantovani optimistis jalan-jalan di Bumi Berkah bisa kembali mulus, aman, dan membawa berkah bagi seluruh lapisan masyarakat.
( bre )
