Solo Run Fest 2026 Targetkan 7.000 Pelari, Padukan Olahraga dan Wisata Budaya

FokusJateng.com- SOLO – Solo Run Fest kembali digelar pada 2026. Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, ajang lari yang merupakan kolaborasi antara PT SHA Solo dan Pemerintah Kota Solo ini semakin mengukuhkan diri sebagai event sport tourism yang memadukan olahraga dengan kekayaan budaya Kota Solo.

Melanjutkan kesuksesan tahun sebelumnya yang telah mengantongi sertifikasi rute dari Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI), Solo Run Fest 2026 menargetkan kehadiran 7.000 peserta.

Tidak hanya pelari nasional, event ini juga diharapkan menarik minat atlet elite internasional untuk ikut merasakan pengalaman berlari sambil menikmati keindahan dan sejarah Kota Solo.

Mengusung tema “Run The City, Feel The History”, Solo Run Fest ingin menghadirkan pengalaman berbeda bagi para peserta. Berlari tidak hanya menjadi ajang kompetisi mengejar catatan waktu terbaik, tetapi juga sarana mengeksplorasi sudut-sudut kota, mengenal sejarah, budaya, kuliner, serta kehidupan masyarakat setempat.

Project Director Solo Run Fest, Rindrapuri, mengatakan konsep yang diusung tahun ini menekankan pengalaman berlari yang lebih bermakna.

“Berlari bukan hanya tentang melintasi sudut kota, tetapi juga merasakan denyut kehidupan, sejarah, cita rasa, dan kehangatan masyarakatnya,” ujar Rindrapuri. Rabu 3 Juni 2026.

Solo Run Fest 2026 dijadwalkan berlangsung pada 27 September 2026. Titik start akan berada di Stadion Manahan, sementara garis finis ditempatkan di Taman Balekambang.

Selain lomba lari, acara juga akan dimeriahkan dengan pameran sportswear yang menghadirkan berbagai produk olahraga pilihan dari brand lokal maupun nasional. Tak ketinggalan, beragam kuliner legendaris khas Solo akan disajikan untuk memanjakan para pelari dan pengunjung.

Pada penyelenggaraan tahun ini, panitia juga terus meningkatkan standar teknis perlombaan sekaligus mengangkat berbagai ikon lokal Kota Solo sebagai bagian dari upaya mendukung pertumbuhan ekonomi daerah. Aspek keamanan, kenyamanan, serta kepedulian terhadap lingkungan juga menjadi perhatian utama dalam penyelenggaraan acara.

Perwakilan Solo Run Fest sekaligus Direktur Marketing PT SHA Solo, Aris Nuryanto, mengatakan terdapat tiga kategori yang dibuka pada tahun ini, yakni Half Marathon (HM), 10K, dan 5K.

“Melalui Solo Run Fest, kami ingin terus mendorong citra Kota Solo sebagai kota sport tourism yang mampu menjadi destinasi olahraga sekaligus wisata budaya,” kata Aris.

Panitia bersama para pemangku kepentingan di Kota Solo juga berkomitmen memperkuat sinergi untuk menjadikan Solo sebagai panggung utama sport tourism. Seiring berkembangnya tren lari menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, Solo Run Fest diharapkan mampu menghadirkan atmosfer unik yang memadukan olahraga, budaya, sejarah, dan pengalaman khas Kota Bengawan.

Kehadiran ribuan pelari nantinya tidak hanya memberikan dampak bagi perkembangan olahraga lari, tetapi juga diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi lokal melalui kunjungan wisatawan, pelaku UMKM, hingga industri kreatif di Kota Solo. (ANur/***)