FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – DPD II Partai Golkar Kabupaten Karanganyar menggelar penyembelihan hewan qurban dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha. Pada tahun ini, DPD II Golkar Karanganyar menyembelih 2 ekor sapi dan 1 ekor kambing yang berasal dari sumbangan serta gotong royong para kader.
Adapun rincian hewan qurban tersebut terdiri dari 1 ekor sapi sumbangan dari Anggota DPR RI terpilih, Juliyatmono. Kemudian, 1 ekor sapi merupakan hasil gotong royong dari Fraksi Golkar DPRD Provinsi Jawa Tengah (Dapil Wonogiri, Karanganyar, Sragen) bersama Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Karanganyar. Sementara itu, 1 ekor kambing disumbangkan langsung oleh Ketua DPD II Golkar Karanganyar Ilyas Akbar Almadani.
Makna Qurban Menurut Juliyatmono: Menyembelih Ego, Kekuasaan, dan Nafsu
Hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPR RI, Juliyatmono, memberikan pandangan mendalam mengenai esensi qurban bagi para kader Golkar. Menurutnya, Idul Adha adalah momentum penting untuk mengingatkan kembali bahwa manusia sejatinya adalah makhluk berketuhanan. Hal ini sejalan dengan doktrin Partai Golkar yang menegaskan bahwa setiap kadernya adalah insan yang percaya dan takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Juliyatmono menjelaskan bahwa kisah ketaatan Nabi Ibrahim AS saat diperintah Allah SWT untuk menyembelih Nabi Ismail AS harus dimaknai secara hakiki di era modern ini.
“Sembelihan hewan qurban itu harus dimaknai secara hakiki. Yang kita sembelih sesungguhnya adalah kesombongan, kekuasaan, kekayaan, dan nafsu. Itu yang kita sembelih untuk kemudian didistribusikan bagi kepentingan kemaslahatan umat,” ujar Juliyatmono di sela sela acara Jum’at siang ( 29/5).
Ia juga mengibaratkan lambang Pohon Beringin Partai Golkar sebagai pohon yang rindang, yang harus siap menjadi tempat berteduh bagi siapa saja. Juliyatmono berharap kehadiran kader Golkar dapat membawa keteduhan, kedamaian, dan berkah bagi masyarakat, layaknya pohon beringin yang mampu mengikat kandungan air di dalam tanah.
Doktrin Kekaryaan dan Konsolidasi Organisasi
Lebih lanjut, mantan Bupati Karanganyar dua periode ini menegaskan bahwa Partai Golkar memiliki DNA kekaryaan, sehingga tidak mengenal tradisi menjadi partai oposisi yang asal berbeda dengan pemerintah.
“Golkar doktrinnya kekaryaan. Artinya terus memberikan karya dan berkontribusi untuk ikut mengambil bagian di pemerintahan. Sekalipun dalam kontestasi calon yang diusung belum menang, ego itu ditinggalkan untuk kembali merapat dan memberikan kontribusi positif,” tambahnya.
Menghadapi agenda politik ke depan, Juliyatmono berpesan agar DPD II Golkar Karanganyar terus melakukan konsolidasi internal, menata personel organisasi, hingga menyiapkan para saksi dengan matang. Dengan struktur yang solid, Golkar Karanganyar diharapkan selalu siap kapan pun pemilu digelar dan fokus menawarkan gagasan serta ide-ide terbaik demi kesejahteraan masyarakat. ( bre/ kc )
