Buaya Milik Sucipto, Pemilik Karunia Outbond Tlatar Boyolali Masih Dikandang, Lantas Milik Siapa Buaya Sungai Pepe?

Buaya milik Sucipto masih di kandang. (Yulianto/Fokusjateng.com)

FOKUS JATENG-BOYOLALI-Sempat dituding sebagai pemilik buaya yang lepas di tempuran Sungai Pepe satu pekan lalu. Hingga kini buaya itu berhasil ditangkap warga di Sungai Pepe, Dukuh/Desa Kener, Kecamatan Kaliwungu pada Minggu (4/7/2021) lalu.

Bahkan, sempat didatangi petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng. Kabar semakin ramai, karena yang bersangkutan sulit ditemui saat itu. Warga juga tahu kalau di tempatnya, ada seekor buaya.

Sucipto, pemilik Karunia Outbond di Tlatar, Desa Kebonbimo, Kecamatan Boyolali Kota akhirnya menunjukkan bahwa buaya itu masih ada dikandangnya. “Iya, memang ramai perbincangan yang mengarah ke saya. Namun saya memilih diam saja,” katanya saat ditemui wartawan, Selasa (6/7/2021).

Sucipto menuturkan menyusul temuan buaya itu, pihaknya juga sempat didatangi petugas dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng. Sejumlah petugas datang guna mendapatkan penjelasan terkait seekor buaya yang hilang dan akhirnya ditemukan warga Kener. “Saya jelaskan apa adanya. Bahwa saya tidak melihat buaya yang ditemukan itu,” ujarnya.

Petugas BKSDA juga menanyakan seekor buaya yang berada di kandang penangkaran miliknya. Kemudian, petugas yang pernah mengecek kondisi buaya miliknya diminta untuk mengecek langsung buaya di kandang. “Biar petugas sendiri yang mengecek, jangan saya yang bicara. Petugas itu mengakui memang buaya di kandang itu adalah buaya yang pernah dilihat sat penegcekan sebelumnya,” katanya.

Artinya, lanjut Sucipto, buaya yang lepas ke sungai dan ditangkap warga Desa Kener, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang bukan buaya miliknya. “Tetapi milik siapa buaya itu sebenarnya, saya juga tidak tahu,” katanya.

Seperti diberitakan, seekor buaya yang menggegerkan warga Dukuh Gombol, Desa Kebonbimo, Kecamatan Boyolali Kota akhirnya berhasil ditangkap warga. Lokasinya sekitar 1 km ke arah hilir. Dan lokasi penangkapan sudah masuk wilayah Kabupaten Semarang.