FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Malam yang dingin di wilayah Colomadu, Karanganyar, mendadak berubah menjadi penuh haru pada Jumat (29/5/2026). Sebanyak 19 remaja yang hampir saja terperosok dalam aksi tawuran, malam itu justru mendapatkan “pelukan hangat” berupa pembinaan dan edukasi langsung di Mapolsek Colomadu.
Bukan jeruji besi atau tindakan represif yang mereka terima, melainkan sebuah ruang dialog terbuka yang dihadiri oleh orang tua dan pihak sekolah mereka masing-masing.
Respons Cepat Menggagalkan Potensi Bentrokan
Langkah preventif ini bermula dari laporan masyarakat yang resah melihat dua kelompok remaja berkumpul di sekitar wilayah SMP Negeri 3 Colomadu menjelang larut malam. Khawatir akan terjadi bentrokan yang membahayakan, petugas kepolisian segera bergerak cepat ke lokasi.
Sebanyak 19 remaja berhasil diamankan ke Mapolsek Colomadu demi keselamatan mereka sendiri dan masyarakat sekitar. Namun, alih-alih memperlakukan mereka sebagai pelaku kriminal, Polsek Colomadu memilih pendekatan yang jauh lebih menyentuh hati.
Pendekatan Humanis: “Kami Ingin Anak-Anak Meraih Cita-Citanya”
Dipimpin langsung oleh Kapolsek Colomadu AKP Juritna, S.H., bersama Kanit Reskrim Iptu Hardi Purwanto, S.H., dan personel Bhabinkamtibmas, ruang pertemuan Polsek malam itu berubah menjadi ruang refleksi bersama.
Di hadapan para remaja yang tertunduk, serta para orang tua dan perwakilan kesiswaan sekolah yang hadir, AKP Juritna menegaskan bahwa kehadiran polisi malam itu adalah bentuk kasih sayang, bukan hukuman.
“Kami ingin anak-anak ini tetap memiliki kesempatan untuk meraih cita-citanya. Jangan sampai karena kenakalan sesaat, mereka harus berhadapan dengan masalah hukum yang dapat memengaruhi masa depan,” ungkap AKP Juritna dengan nada persuasif.
Beliau juga mengingatkan bahwa menjaga masa depan generasi muda tidak bisa bertumpu pada polisi saja. Kerja sama erat antara keluarga, sekolah, dan lingkungan adalah kunci utama.
Komitmen Bersama untuk Berubah
Gayung bersambut, pihak sekolah yang hadir menyatakan kesiapannya untuk memberikan pendampingan dan pengawasan ekstra di lingkungan pendidikan.
Sebagai bentuk komitmen dan pembiasaan disiplin, para remaja ini sepakat untuk:
-
Melakukan absen wajib lapor di Polsek Colomadu mulai hari berikutnya.
-
Menjadikan momen ini sebagai sarana kontrol diri agar tidak kembali terjebak dalam lingkaran kenakalan remaja.
Melalui pendekatan yang humanis dan persuasif ini, Polsek Colomadu membuktikan bahwa penegakan hukum tidak selalu bicara tentang sanksi, melainkan tentang bagaimana merangkul, menyadarkan, dan mengantarkan kembali anak-anak bangsa ke jalur yang benar demi masa depan yang lebih cerah. ( rsl/ bre )
