FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Pembangunan objek wisata air di aliran Kali Gondang, Dusun Gemah, Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, memicu kekhawatiran warga setempat. Proyek yang rencananya akan dijadikan wisata grojokan ini dinilai nekat berjalan tanpa adanya koordinasi dengan warga serta memiliki konstruksi yang membahayakan.
Tanpa Rembugan dengan Warga
Keresahan warga muncul karena pihak pengembang diduga tidak melakukan sosialisasi atau musyawarah (rembugan) terlebih dahulu dengan masyarakat sekitar. Jon Gleyer, salah satu tokoh warga Dusun Gemah, menyatakan bahwa warga tidak mengetahui pasti perizinan proyek yang dikelola oleh pihak swasta tersebut.
“Masalahnya warga tidak diajak rembugan, tiba-tiba dibangun. Ini yang membuat warga resah,” ungkap Jon Gleyer saat memberikan keterangan.
Konstruksi Dianggap Asal-asalan
Selain faktor sosial, warga menyoroti teknis pembangunan yang dilakukan tepat di badan sungai. Tumpukan batu yang dipasang untuk membendung air dinilai tidak memiliki kekuatan struktur yang memadai, seperti penggunaan cakar ayam atau fondasi yang kokoh.
Warga khawatir, jika terjadi banjir kiriman, material bangunan tersebut akan terseret arus dan menyumbat jembatan yang berada di bagian bawah aliran sungai. “Konstruksinya hanya tumpukan batu, sangat meragukan. Kalau banjir datang, bisa jebol dan menyumbat jembatan,” tegas Jon.
Potensi Isolasi Antar Desa
Jika jembatan di bawah aliran Kali Gondang tersebut rusak atau putus akibat hantaman material proyek, dampak ekonominya akan sangat besar. Jembatan tersebut merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan beberapa wilayah penting di lereng Lawu, antara lain:
-
Dusun Gemah
-
Desa Berjo
-
Kecamatan Ngargoyoso
Warga mendesak agar pihak pengembang segera menghentikan aktivitas sementara dan duduk bersama warga untuk menjelaskan prosedur keamanan serta perizinan pembangunan wisata tersebut demi keselamatan lingkungan bersama.
( bre )
