Gali Liang Lahad,  Warga Cepogo Temukan Piring-Mangkuk Era Kolonial Belanda

fokusjateng.com – BOYOLALI, – Piring keramik pabrikan Petrus Regout, Kota Maastricht Belanda, ditemukan di pemakaman umum Dukuh Purwokerto, Desa Jelok, Kecamatan Cepogo.  Piring era kolonial serta mangkuk dengan motif warna biru dengan kondisi utuh, tembikar, sepasang cangkir dan lepek yang telah pecah tersebut, ditemukan saat warga menggali liang lahat untuk salah satu warga yang meninggal dunia.

“Di kedalaman kurang lebih 2 meter, ada salah satu warga yang sedang menggali, mencangkul, tahu-tahu mendapat barang ini,” jelas Ketua RT 4 RW 3 Dukuh Purworejo, Sapardi, Senin 4 Mei 2026.

Ia menuturkan setelah ditemukan satu barang yang tercangkul, warga kemudian menggali pelan-pelan. Akhirnya, warga kembali menemukan dua yang masih utuh.

Barang yang ditemukan berupa dua piring dan satu mangkuk kramik, serta satu bejana tembikar. Namun, satu mangkuk rusak akibat terkena alat gali.

“Penemuan terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Lalu, di kedalaman sekitar satu meter juga ditemukan bejana dari tanah liat. Semua barang itu di satu liang lahat yang sama,” imbuh Sapardi.

Sebelumnya warga juga pernah menemukan gelang tembaga dan batu menyerupai batuan candi, namun kembali dikubur. Lokasinya berada di makam lain di depan Pabrik di Desa Jelok, tepatnya di Makam Penjalin, juga sering ditemukan gelang dan mangkuk.

Sapardi mengaku temuan serupa sebenarnya sering terjadi. Akan tetapi baru kali ini temuan dilaporkan ke dinas terkait.

“Kalau di sini hampir sering, cuma kemarin-kemarin karena dari masyarakat tidak tahu, akhirnya itu semua dikubur lagi,” katanya.

Terpisah, staf Disdikbud Boyolali Bidang Kebudayaan, Faried Burhanudin membenarkan pihaknya menerima laporan dari pecinta cagar budaya.

“Ketika masyarakat melakukan penggalian makam di Dukuh Purwokerto, Desa Jelok, Kecamatan Cepogo, masyarakat menemukan terkait dengan tembikar, benda bagian dari benda cagar budaya. Diprediksi sekitar era-era abad ke-19 Masehi,” jelasnya di lokasi temuan.

Faried merinci, temuan yang dilihat langsung di lokasi berupa mangkuk, gelas, piring kecil, dan tembikar dari tanah liat. Meski begitu, pihaknya masih perlu kajian lebih lanjut untuk memastikan usia dan jenis benda.

“Langkahnya kita akan data terkait temuan itu, kita masukkan dalam pendataan dan mungkin nanti lebih lanjutnya kita akan kaji lebih dalam lagi,” kata Faried. ( yull/**)