fokusjateng.com – BOYOLALI, – Salah satu korban kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin 27 April 2026 malam, Farida Utami ( 50) dimakamkan di TPU Dukuh Beji, Desa Kopen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, pada Rabu 29 April 2026. Farida dimakamkan dikampung halamannya sekitar pukul 11.00 WIB.
Puluhan tetangga dan kerabat silih berganti mendatangi rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa. Farida merupakan anak keempat dari enam bersaudara. Ia meninggalkan tiga anak dan satu cucu.
Menurut Kakak kandung korban, Farid Rojab, kepergian adiknya sangat mendadak. Padahal, sebelumnya almarhumah masih sempat pulang ke Boyolali.
“Adik saya kemarin sebenarnya itu pulang ke kampung, ke rumah orang tua tanpa ada pemberitahuan. Jadi ibu saya itu kaget, tiba-tiba langsung nyelonong. Langsung silaturahmi ke keluarga,” kata Farid usai pemakaman.
Usai silaturahmi singkat, Farida yang berprofesi sebagai perawat di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, harus kembali ke Jakarta karena Selasa 28 April sudah harus masuk kerja.
Hanya saja, menjelang pindah dari kereta jarak jauh dari kampung ke KRL, arah Tambun, terjadi kecelakaan yang melibatkan kereta api 4 Argo Bromo Anggrek dengan KRL.
“Saat itu, saya sebetulnya pas lagi pulang dari kerja. Terus saya naik KRL yang jurusan Cikarang juga. Pas ketika saya nyampe ke daerah Tambun itu ada pengumuman KRL Cikarang berikutnya ada di daerah Jatinegara. Tadi nggak punya perasaan apa-apa,” imbuhnya.
Namun firasat buruk muncul saat ia mendengar kabar kecelakaan KRL sekitar pukul 20.35 WIB. Terlebih, saat nama adiknya tidak ada dalam daftar korban di rumah sakit. Bahkan ia sempat menelepon berulang kali ke nomor Farida, akan tetapi tidak ada jawaban.
“Telepon hampir 10 kali lebih. Pertama, teleponnya berdering. Berdering berarti aktif tapi tidak diangkat. Nah pikiran saya mungkin baterainya drop,” kenangnya.
Karena khawatir, Farid bergegas mendatangi RS Cipto Mangunkusumo sekaligus menjenguk istrinya di IGD. Farid mendatangi kamar IGD sebab Farida juga bekerja di IGD RS Cipto Mangunkusumo.
Namun, di IGD Lantai 2, dia mendapati kondisi sudah kosong dan gelap gulita. Farid kemudian meminta anak almarhumah untuk mengecek ke RS Polri Kramatjati.
“Saat itu belum diinformasikan bahwa Farida sudah di situ dan belum diketahui. Belum diinformasikan karena pencocokan data dari rumah sakitnya,” ujar Farid.
Kepastian baru didapat sekitar pukul 02.30 WIB. Farid kembali memgecek di berita, dan diumumkan Farida menjadi salah satu korban. Pihak rumah sakit Cipto juga sudah berada disana (RS Polri) untuk memastikan. Jenazah kemudian dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo. ( yull/**)
