Kodim 0724 Boyolali Tempa Diri Lewat Pencak Silat Militer, Cetak Prajurit AD Tangguh 

Prajurit Kodim 0724 Boyolali melaksanakan latihan Pencak Silat Militer di Lapangan Makodim setempat (Digdo/Fokusjateng.com)

fokusjateng.com – Kodim 0724/Boyolali memperkuat pembinaan prajurit melalui pengembangan pencak silat militer (PSM). Program ini tidak hanya difokuskan untuk meningkatkan kemampuan bela diri, tetapi juga sebagai sarana membentuk karakter prajurit yang berlandaskan nilai-nilai budaya bangsa.

Pasiops Kodim 0724/Boyolali Kapten Inf Muslih mengatakan latihan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan upaya serius dalam meningkatkan kualitas prajurit, khususnya dalam menghadapi pertempuran jarak dekat. Melalui program ini, setiap personel ditargetkan memiliki ketangkasan, kecepatan, dan ketahanan di atas rata-rata.

“Selain itu, dengan Langkah ini diharapkan mampu mempererat hubungan antara TNI dan rakyat, sekaligus menjaga dan melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa melalui pencak silat,” katanya usai latihan bersama di Lapangan Makodim 0724/Boyolali  pada Selasa 28 April 2026.

Menurutnya kemampuan bela diri menjadi faktor krusial di tengah perkembangan teknologi militer modern. Menurutnya, kecanggihan alat tempur harus diimbangi dengan kesiapan fisik dan mental prajurit di lapangan.

“Teknologi memang penting, namun kemampuan bela diri taktis adalah nyawa kedua bagi prajurit. Latihan ini melatih insting, kecepatan reaksi, serta ketenangan dalam situasi terdesak,” ungkapnya.

Dalam pelaksanaannya, para prajurit dibekali berbagai teknik, mulai dari kuncian, cara melumpuhkan lawan, hingga pertahanan tangan kosong. Seluruh anggota tubuh dimaksimalkan sebagai alat serang maupun bertahan, sehingga prajurit mampu bertindak efektif dalam berbagai kondisi.

Selain kemampuan teknis, pencak silat militer juga diarahkan untuk memperkuat aspek mental dan karakter prajurit. Nilai-nilai seperti disiplin, loyalitas, dan jiwa korsa menjadi bagian penting dalam setiap proses pelatihan.

“Latihan ini juga menjadi wujud pelestarian budaya bangsa. Pencak silat yang dipadukan dengan teknik militer modern diharapkan mampu menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas nasional di kalangan prajurit.”

Kapten Muslih menambahkan, peningkatan kemampuan bela diri ini akan berdampak langsung pada kepercayaan diri prajurit, terutama Babinsa, dalam menjalankan tugas di wilayah binaan. ( yull/**)