Menunggang Badai: Kisah Wawan Pramono, Komandan Tani Merdeka Jateng yang Menemukan Filosofi Kepemimpinan di Kandang Kuda

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Bagi sebagian orang, mengurus kuda adalah soal hobi kelas atas atau sekadar investasi. Namun bagi Wawan Pramono, Ketua Tani Merdeka Jawa Tengah, setiap derap langkah kaki kuda di peternakannya adalah cerminan dari perjuangan para petani di akar rumput: butuh ketegasan, kesabaran ekstra, dan kepekaan rasa.

Di sela-sela kesibukannya mengonsolidasikan ribuan petani dan peternak di Jawa Tengah, Wawan selalu meluangkan waktu untuk kembali ke habitat yang membesarkan jiwanya. Menjadi seorang peternak kuda bukan sekadar status sampingan, melainkan tempat ia menimba filosofi hidup dan kepemimpinan.

“Kuda itu hewan yang sangat sensitif. Mereka tahu siapa yang menungganginya dengan ketulusan dan siapa yang hanya ingin menguasai. Begitu juga memimpin petani—kita harus hadir dengan hati, bukan cuma instruksi,” ujar Wawan sembari mengusap surai salah satu kuda kesayangannya.

Dari Kandang Kuda Menuju Kedaulatan Pangan

Sebagai nakhoda Tani Merdeka di Jawa Tengah—salah satu lumbung pangan terbesar di Indonesia—Wawan menghadapi tantangan yang tidak mudah. Mulai dari isu kelangkaan pupuk, regenerasi petani muda, hingga modernisasi alat pertanian.
Uniknya, ketangguhan Wawan dalam merajut strategi pertanian ini banyak dipengaruhi oleh aktivitasnya sebagai peternak. Menjinakkan kuda liar mengajarkannya fokus dan ketenangan saat menghadapi situasi pelik (krisis).

Disiplin Tanpa Batas: Merawat kuda menuntut konsistensi pakan, kebersihan, dan kesehatan yang presisi—ritme kerja keras yang ia tularkan dalam mengelola organisasi Tani Merdeka.

Membangun Kedekatan: Seperti halnya mendekati kuda yang butuh pendekatan personal, Wawan dikenal sebagai figur yang rajin turun ke sawah dan ladang untuk mendengar langsung keluhan petani.

Simbol Perjuangan:  Kuda melambangkan kecepatan dan kekuatan. Dua hal inilah yang ingin ia bawa ke sektor pertanian Jawa Tengah agar bisa melesat menuju kemandirian pangan.

#Menatap Masa Depan Pertanian Tengah Jawa

Melalui unggahan dan gerakannya, Wawan Pramono ingin mendobrak stigma lama. Ia membuktikan bahwa sektor agraris dan peternakan bukanlah sektor “kelas dua”. Menjadi petani dan peternak di era modern adalah pilihan hidup yang terhormat, strategis, bahkan bisa tampil keren dan berwibawa.
Di bawah komandonya, Tani Merdeka Jawa Tengah terus bergerak merapatkan barisan, memastikan kesejahteraan petani miskin terangkat, dan swasembada pangan bukan lagi sekadar mimpi di atas kertas.
Dari tanah Jawa Tengah, bersama ringkikan kuda-kudanya yang gagah, Wawan Pramono sedang memacu kereta perubahan untuk masa depan pertanian Indonesia yang lebih merdeka. ( adv/ bre )