19 Pembina Pramuka Boyolali Raih Penghargaan Kwarda dan Kwarnas

Fokus Jateng-BOYOLALI – Sedikitnya 1.300 anggota Pramuka mengikuti puncak upacara peringatan hari Pramuka ke-65 tingkat Kwartir Cabang (Kwarcab) Boyolali di Alun-alun Kidul, Kemiri, Mojosongo, Boyolali, Rabu 26 Agustus 2026.

“Peringatan hari pramuka bukanlah sekedar seremonial tahunanan saja, tetapi momentum untuk memperkuat komitmen kita bersama dalam membangun karakter generasi muda sebagai fondasi menuju Indonesia emas 2045,” kata Ketua kwarcab Boyolali Dwi Fajar Nirwana sekaligus bertindak sebagai pembina upacara.

Dipertengahan prosesi, sebanyak 18 pembina Pramuka terbaik mendapatkan tanda penghargaan berupa pancawarsa I hingga pancawarsa VIII dari Kwartir Daerah Jawa Tengah. Serta satu pembina Pramuka andalan cabang urusan penanggulangan bencana dan lingkungan hidup mendapat tanda penghargaan lencana melati dari Kwartir nasional gerakan Pramuka.

Sebelumnya, Kepala Bidang Kepemudaan Disporapar Kabupaten Boyolali, Rima Kusuma membacakan petikan surat keputusan tanda penghargaan pada para pembina Pramuka dari kwartir daerah Jawa Tengah maupun kwartir nasional gerakan Pramuka.

Ditemui usai upacara, Rima Kusuma memberikan apresiasi positif, pihaknya berharap tanda penghargaan tersebut bisa menambah motivasi bagi kakak-kakak untuk membina adik adik Pramuka serta dapat berkolaborasi dengan Disporapar Boyolali, karena Kwarcab Boyolali ini merupakan salah satu bidang di Disporapar Kabupaten Boyolali.

” Disporapar selalu mendukung aktualisasi anggota pramuka pada sektor pariwisata melalui tiga krida pada satuan karya pramuka (Saka) Pariwisata, diantaranya dengan melibatkan anggota saka ini secara berkelanjutan dan melibatkannya dalam setiap event tertentu,” katanya.

Salah satu pembina peraih penghargaan, Suprapti Hariyani, mengaku bangga dan senang telah mendapatkan penghargaan pancawarsa delapan.

” Pancawarsa delapan ini artinya sudah mengabdi dikepramukaan selama 40 tahun, Alhamdulilah pertama jadi guru langsung menjadi pembina Pramuka, kemudian kursus, kursus lalu jadi pelatih dan banyak sekali sukanya diantaranya banyak teman dan saudara,” katanya.

Sementara, puncak acara ditutup dengan penampilan tarian kolosal dari siswa SMKN 1 Mojosongo dengan tema pertanian, karena sesuai tema hari Pramuka ke-65 yaitu memantabkan langkah organisasi, mendukung swasembada pangan menuju Indonesia emas 2045, tarian flasmob dari ribuan anggota Pramuka peserta upacara membuat suasana semakin meriah bahkan ketua kwarcab Dwi fajar dan anggota mabicab serta tamu undangan ikut menari bersama. ( ist/***)