Oleh : Adinda Probo Pangestuti
Mahasiswa Program Studi: Ilmu Hukum+ Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Fokus Jateng -Sragen,— Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta Tahun Akademik 2025/2026 melaksanakan kegiatan sosialisasi bullying di SDN 01 Brojol, Desa Brojol, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Kegiatan yang mengangkat tema “Sosialisasi Bullying sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran dan Mencegah Perilaku Perundungan pada Siswa SDN 01 Brojol” ini merupakan salah satu program kerja individu mahasiswa KKN-PPM Kelompok 30, Adinda Probo Pangestuti, mahasiswa Fakultas Ilmu Hukum Universitas Slamet Riyadi Surakarta.
Kegiatan itu dilakukan untuk siswa kelas empat SDN 01 Brojol dan diadakan langsung di dalam kelas. Sosialisasi ini menjelaskan apa itu bullying atau perundungan, jenis-jenis bullying seperti yang bersifat fisik, verbal, dan sosial, contoh-contoh tindakan perundungan yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari, serta akibat-akibat yang mungkin dialami oleh korban. Materi diajarkan menggunakan bahasa yang mudah dan contoh yang relevan dengan pengalaman sehari-hari siswa, sehingga lebih mudah dimengerti dan bisa digunakan dalam berinteraksi dengan orang lain.
Selain membantu siswa memahami apa itu bullying, kegiatan ini juga mendorong mereka untuk saling menghargai, peduli kepada teman-teman, dan berani menolak tindakan perundungan. Siswa diajarkan cara menghadapi bullying, baik yang dialami sendiri maupun dilihat orang lain, salah satunya dengan meminta tolong kepada guru atau orang dewasa yang dianggap dapat dipercaya. Kegiatan berjalan secara interaktif dengan cara memberikan materi, contoh soal, tanya jawab, serta mendiskusikan bersama siswa.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-PPM berharap pendidikan tentang anti-bullying dapat menjadi awal yang baik dalam membentuk lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghormati. Mencegah bullying tidak hanya menjadi tugas siswa, tetapi juga memerlukan bantuan dan kerja sama dari sekolah, guru, orang tua, serta semua orang yang ada di dalam sekolah. Kegiatan itu juga menjadi cara mahasiswa membantu dalam membangun karakter anak-anak dan menciptakan hubungan sosial yang baik di Desa Brojol. ( ist/**)
