Mahasiswa UNISRI Dorong Rebranding UMKM Desa Pagak Melalui Sosialisasi Media Sosial dan Penguatan Identitas Visual

Oleh:Reyhan Sefhira Ayawaila, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi (UNISRI).

Fokus Jateng- SRAGEN— Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 78 Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI) menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga menjalankan program kerja yang sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.

Saya, Reyhan Sefhira Ayawaila, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Slamet Riyadi (UNISRI), melaksanakan program kerja individu KKN-PPM UNISRI Kelompok 78 di Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang, Sragen, pada Kamis 13 Agustus 2026. Program kerja individu yang dilaksanakan berfokus pada rebranding dan digitalisasi pemasaran UMKM melalui media sosial dengan sasaran pelaku UMKM di sekitar Desa Pagak.

Program kerja ini dilaksanakan sebagai upaya untuk membantu pelaku UMKM meningkatkan daya tarik produk serta memperluas jangkauan pemasaran. Adapun UMKM yang menjadi sasaran kegiatan yaitu Kedai Es Teh & Jajanan Bu Nina serta Kedai Es Teh & Jajanan Mama Wiwin. Kedua UMKM tersebut dipilih karena memiliki potensi untuk dikembangkan, khususnya dari segi tampilan visual, identitas usaha, dan pemanfaatan media sosial sebagai sarana promosi.

Dalam kegiatan tersebut, saya memberikan sosialisasi mengenai pentingnya rebranding UMKM melalui media sosial. Materi yang disampaikan mencakup pemahaman dasar mengenai rebranding, pentingnya membangun identitas usaha yang mudah dikenali, pemanfaatan logo sebagai identitas visual, serta cara menggunakan media sosial sebagai sarana promosi agar produk dapat dikenal oleh masyarakat secara lebih luas.

Rebranding tidak hanya berkaitan dengan perubahan nama atau logo suatu usaha, tetapi juga bagaimana sebuah UMKM dapat menampilkan identitas yang lebih menarik, konsisten, dan sesuai dengan target konsumennya. Melalui tampilan yang lebih menarik, diharapkan konsumen dapat lebih mudah mengenali produk serta memiliki ketertarikan untuk mencoba dan melakukan pembelian.

Selain memberikan sosialisasi, program kerja ini juga diwujudkan melalui pembuatan dan pengembangan identitas visual UMKM, khususnya logo dan banner usaha. Logo dirancang sebagai salah satu identitas yang dapat digunakan pada berbagai media promosi, seperti akun media sosial, kemasan, maupun media pendukung lainnya. Sementara itu, banner dibuat dengan tampilan yang lebih informatif dan menarik dengan mencantumkan nama usaha serta produk yang tersedia sehingga dapat membantu calon konsumen mengetahui produk yang ditawarkan.

Pemanfaatan media sosial juga menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan ini. Pelaku UMKM diberikan pemahaman bahwa media sosial dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk mengunggah foto produk, tetapi juga sebagai media untuk membangun hubungan dengan konsumen, memperkenalkan menu, memberikan informasi mengenai harga dan lokasi, serta menarik calon pembeli melalui konten yang kreatif dan konsisten.

“Rebranding menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan UMKM untuk membuat usahanya terlihat lebih menarik dan mudah dikenali. Melalui media sosial, pelaku usaha juga memiliki kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada masyarakat yang lebih luas tanpa hanya mengandalkan konsumen yang datang secara langsung ke lokasi usaha,” ujar Reyhan Sefhira Ayawaila selaku pelaksana program kerja individu KKN-PPM UNISRI Kelompok 78.

Selama pelaksanaan kegiatan, pelaku UMKM juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga konsistensi identitas usaha. Penggunaan logo, warna, foto produk, serta gaya komunikasi yang konsisten dapat membantu membangun citra usaha di mata konsumen. Dengan identitas yang lebih jelas, UMKM diharapkan memiliki ciri khas yang membedakannya dari usaha sejenis.

Pelaksanaan program kerja ini juga memberikan pengalaman bagi saya sebagai mahasiswa Ilmu Komunikasi untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari, khususnya dalam bidang komunikasi pemasaran, branding, komunikasi visual, dan pemanfaatan media sosial. Dalam prosesnya, saya belajar bagaimana memahami kebutuhan pelaku usaha serta menyesuaikan strategi komunikasi dengan kondisi dan kemampuan UMKM yang menjadi sasaran program.

Tidak hanya memberikan manfaat bagi pelaku UMKM, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat. Mahasiswa dituntut untuk mampu menyampaikan materi dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami, mendengarkan kebutuhan pelaku usaha, serta memberikan solusi yang dapat diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari.

“Harapannya, melalui kegiatan rebranding dan sosialisasi media sosial ini, Kedai Es Teh & Jajanan Bu Nina dan Kedai Es Teh & Jajanan Mama Wiwin dapat memiliki identitas usaha yang lebih kuat dan menarik. Selain itu, media sosial yang dimanfaatkan secara konsisten diharapkan dapat membantu memperluas jangkauan promosi sehingga semakin banyak masyarakat yang mengenal dan tertarik untuk membeli produk yang ditawarkan,”papar Reyhan.

Berdasarkan pelaksanaan program kerja individu KKN-PPM UNISRI Kelompok 78 di Desa Pagak, dapat disimpulkan bahwa kegiatan rebranding dan digitalisasi pemasaran UMKM melalui media sosial merupakan salah satu langkah yang dapat membantu meningkatkan daya tarik dan potensi pemasaran usaha lokal. Pembuatan logo, banner, serta pemberian edukasi mengenai pemanfaatan media sosial menjadi upaya sederhana yang diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan UMKM.

Kegiatan ini juga menunjukkan bahwa penerapan ilmu komunikasi dalam pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan melalui berbagai bentuk, salah satunya dengan membantu pelaku UMKM membangun identitas dan menyampaikan informasi produknya secara lebih efektif. Dengan adanya identitas visual yang lebih menarik dan pemanfaatan media sosial yang lebih optimal, UMKM di Desa Pagak diharapkan dapat semakin berkembang dan mampu menjangkau konsumen yang lebih luas.

Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih kepada Kedai Es Teh & Jajanan Bu Nina, Kedai Es Teh & Jajanan Mama Wiwin, Pemerintah Desa Pagak, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan dan kesempatan dalam pelaksanaan program kerja individu KKN-PPM UNISRI Kelompok 78. Semoga program yang telah dilaksanakan dapat memberikan manfaat dan dapat terus diterapkan oleh pelaku UMKM untuk mendukung perkembangan usaha di Desa Pagak. (Ist/***)