Oleh : Fricillia Yuliana Dwianingrum
Mahasiswa Program Studi manajemen Unisri Surakarta
Fokus Jateng – SRAGEN — Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Karungan, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen, kini mulai serius menggarap pemasaran digital untuk memperluas jangkauan pasar produk mereka. Langkah ini diambil seiring meningkatnya kebutuhan pelaku usaha lokal untuk bersaing di tengah perubahan pola belanja masyarakat yang bergeser ke platform daring.
Sejumlah pelaku UMKM di desa tersebut, yang sebelumnya hanya mengandalkan penjualan konvensional dari mulut ke mulut dan pasar tradisional, kini mulai memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, TikTok, hingga marketplace daring untuk memasarkan produk unggulan mereka, mulai dari makanan olahan, kerajinan tangan, hingga hasil pertanian.
Salah satu produk UMKM yang menonjol dalam pemanfaatan pemasaran digital ini adalah keripik pisang dengan merek “Banana Yassir”. Produk olahan pisang khas Desa Karungan tersebut kini rutin dipromosikan melalui konten foto dan video di media sosial, lengkap dengan kemasan yang lebih menarik dan modern dibandingkan sebelumnya.
Ketua kelompok UMKM setempat menyampaikan, transformasi ke arah digital marketing bukan tanpa tantangan. Menurutnya, sebagian besar pelaku usaha di desa masih menghadapi kendala keterbatasan pengetahuan teknologi dan minimnya modal untuk membuat konten promosi yang menarik.
“Awalnya banyak yang masih ragu dan bingung cara memulainya. Tapi setelah mendapat pendampingan, para pelaku usaha mulai percaya diri memasarkan produknya secara daring,” ujarnya.
Untuk mengatasi kendala tersebut, pemerintah Desa Karungan bersama sejumlah pihak menggelar pelatihan digital marketing bagi para pelaku UMKM. Pelatihan tersebut mencakup materi dasar seperti pembuatan konten foto dan video produk, teknik penulisan deskripsi produk yang menarik, strategi promosi di media sosial, hingga cara berjualan melalui platform e-commerce.
Kepala Desa Karungan mengungkapkan, program pemberdayaan digital ini menjadi salah satu prioritas dalam upaya meningkatkan perekonomian warga. Ia berharap, dengan penguasaan pemasaran digital, produk-produk UMKM Karungan dapat menembus pasar yang lebih luas, tidak hanya di wilayah Sragen, tetapi juga ke luar daerah.
“Kami ingin produk-produk unggulan desa ini dikenal lebih luas. Digital marketing adalah salah satu kunci agar UMKM di sini bisa naik kelas dan bersaing dengan pelaku usaha dari daerah lain,” katanya.
Hasil dari upaya tersebut mulai terlihat. Beberapa pelaku usaha mengaku mengalami peningkatan jumlah pesanan setelah aktif mempromosikan produknya secara daring. Selain memperluas pasar, penggunaan platform digital juga dinilai membantu efisiensi biaya promosi dibandingkan metode pemasaran konvensional.
Pemilik usaha keripik pisang Banana Yassir menuturkan, sejak produknya dipasarkan secara daring, jangkauan pembeli semakin luas hingga ke luar Kabupaten Sragen. Ia mengaku pesanan datang tidak hanya dari warga sekitar, tetapi juga dari pembeli di kota-kota lain yang mengenal produknya lewat media sosial.
“Dulu jualnya hanya di sekitar desa dan titip di warung-warung. Sekarang setelah promosi lewat media sosial, Banana Yassir mulai dikenal dan pesanan online juga terus bertambah,” ujarnya.
Meski demikian, para pelaku UMKM berharap pendampingan tidak berhenti pada tahap pelatihan awal. Mereka menginginkan adanya pendampingan berkelanjutan, termasuk dukungan akses permodalan, pelatihan pengemasan produk, serta bantuan perluasan jaringan distribusi agar pemasaran digital yang telah dirintis dapat berjalan berkelanjutan.
Dengan potensi produk lokal yang beragam, digitalisasi pemasaran UMKM di Desa Karungan diharapkan mampu menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Sragen dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat berbasis teknologi digital. ( ist/**)
