AKU BERANI, AKU AMAN — Edukasi Pencegahan Pelecehan Seksual pada Anak Sekolah Dasar

Oleh: Celomitha Agnesia Permadani, Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum Unisri Surakarta

Fokus Jateng –SRAGEN — Upaya meningkatkan kesadaran dan keberanian anak dalam melindungi diri dari pelecehan seksual dilakukan melalui kegiatan edukasi bertajuk *Aku Berani, Aku Aman: Edukasi Pencegahan Pelecehan Seksual pada Anak Sekolah Dasar Karungan 1, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen.

Kegiatan tersebut memberikan pemahaman kepada siswa sekolah dasar mengenai pentingnya mengenali bagian tubuh pribadi, memahami batasan sentuhan, berani mengatakan “tidak” terhadap perlakuan yang membuat tidak nyaman, serta mengetahui kepada siapa mereka dapat meminta pertolongan ketika menghadapi situasi yang mengancam keselamatan diri.

Dengan pendekatan yang ramah anak, materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Anak-anak diajak memahami bahwa tubuh mereka merupakan bagian yang berharga dan harus dihormati. Mereka juga diberikan pemahaman bahwa tidak ada seorang pun yang berhak menyentuh bagian tubuh pribadi mereka tanpa alasan yang dapat dibenarkan.

Tema “Aku Berani, Aku Aman” menjadi pesan utama dalam kegiatan tersebut. Anak tidak hanya diajarkan untuk mengenali tindakan yang tidak pantas, tetapi juga didorong untuk memiliki keberanian dalam bersuara dan mencari bantuan.

*Berani bukan berarti harus menghadapi semuanya sendiri. Ketika ada sesuatu yang membuat tidak nyaman, anak harus berani berkata ‘tidak’, menjauh dari situasi tersebut, dan menceritakannya kepada orang dewasa yang dipercaya,* menjadi salah satu pesan penting dalam edukasi tersebut.

Selain mengenalkan bentuk-bentuk pelecehan seksual, siswa juga diberikan pemahaman mengenai langkah yang dapat dilakukan apabila mengalami atau melihat tindakan yang mencurigakan. Anak diarahkan untuk **berkata tidak, segera menjauh, mencari tempat yang aman, serta menceritakan kejadian kepada orang tua, guru, atau orang dewasa yang dipercaya.**

Edukasi ini juga menekankan bahwa anak tidak perlu merasa takut atau malu untuk bercerita. Kesalahan tidak berada pada anak yang menjadi korban. Keberanian untuk berbicara merupakan salah satu langkah penting dalam mendapatkan perlindungan dan pertolongan.

Peran lingkungan sekolah dan keluarga juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan. Guru dan orang tua diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan terbuka sehingga anak merasa nyaman untuk menyampaikan pengalaman maupun kekhawatiran yang mereka alami.

Melalui kegiatan “Aku Berani, Aku Aman”. diharapkan siswa SD Karungan 1 Plupuh Sragen tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai pencegahan pelecehan seksual, tetapi juga memiliki keberanian untuk menjaga diri, menghargai tubuh sendiri dan orang lain, serta berani mencari pertolongan ketika berada dalam situasi yang tidak aman.

“Aku berani berkata tidak. Aku berani bercerita. Aku berhak aman.” Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, dengan keberanian anak sebagai salah satu kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang aman. ( ist/**)