Mahasiswa Prodi S2 Pendidikan Biologi UNS KKL Virologi dan Mikrobiologi di MGA Karanganyar

Fokus Jateng-SOLO- Mahasiswa Program Studi Magister (S2) Pendidikan Biologi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) mata kuliah Virologi dan Mikrobiologi di CV Multi Global Agrindo (MGA) Kabupaten Karanganyar, pada Kamis 25 Juni 2026. Kegiatan KKL mahasiswa S2 Pendidikan Biologi UNS ini bertujuan mengidentifikasi virus dan hama yang menyerang tanaman hortikultura sekaligus mempelajari penerapan hasil riset di bidang pertanian secara langsung.

Agenda KKL mahasiswa S2 Pendidikan Biologi UNS didampingi dosen pembimbing antara lain Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc., Ph.D, Dr. Umi Fatmawati, S.Pd., M.Si, Dr. Slamet Santosa M.Si. Kegiatan KKL tersebut diawali dengan penyambutan mahasiswa oleh Direktur CV Multi Global Agrindo (MGA), Mulyono Herlambang, S.P., M.M. Dalam sambutannya, Mulyono Herlambang, S.P., M.M memperkenalkan perjalanan berdirinya dan MGA yang dirintis selama puluhan tahun hingga berkembang menjadi perusahaan yang bergerak pada bidang penelitian, pengembangan, produksi benih dan budidaya tanaman hortikultura.

 

*Penyerahan Buku*

Saat sesi penyampaian materi, Mulyono Herlambang, S.P., M.M juga menjelaskan bahwa terdapat tiga aspek utama yang menjadi kunci berkembangnya MGA, yaitu Research and Development (R&D), Produksi dan Pemasaran. Menurutnya, ketiga aspek tersebut harus berjalan beriringan supaya mampu menghasilkan varietas tanaman unggul yang dapat diterima masyarakat. Ia juga menjelaskan pentingnya mencari plasma nutfah sebagai sumber keragaman genetik untuk memperoleh varietas unggul.

“Di sisi lain, sisi jejaring pemasaran juga menjadi faktor yang penting supaya hasil penelitian tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat dimanfaatkan oleh petani di berbagai daerah,” terang Mulyono Herlambang, S.P., M.M.

Salah satu hasil pengembangan yang diperkenalkan kepada mahasiswa adalah berbagai varietas melon yang dikembangkan di MGA Karanganyar. Di antaranya adalah MAI atau Melon Asli Indonesia beserta beberapa varietas unggul lainnya yang merupakan hasil penelitian dan pemuliaan tanaman.

 Usai penyampaian materi, mahasiswa menyerahkan cendera mata berupa vendel kepada pihak CV MGA sebagai bentuk apresiasi atas kerja sama yang telah terjalin.

Pada kesempatan yang sama, Prof. Drs. Suranto Tjiptowibisono, M.Sc. menyerahkan buku berjudul Perakitan Varietas Tanaman Unggul yang ditulis bersama Dr. Bramastia, M.Pd dan Mulyono Herlambang, SP,MM. Buku tersebut memuat hasil penelitian mengenai perakitan varietas tanaman yang sebagian telah dikembangkan melalui penelitian di MGA.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan buah tangan oleh Dr. Umi Fatmawati, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah yang didampingi Dr. Slamet Santosa, M.Si, kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama sebelum mahasiswa melakukan observasi lapangan.

Adapun agenda observasi pertama dilakukan di greenhouse yang berada di area belakang MGA Karanganyar. Di lokasi tersebut, mahasiswa mengamati berbagai varietas melon hasil pengembangan perusahaan sekaligus memperoleh penjelasan mengenai proses pemuliaan dan pemeliharaan tanaman.

 

*Penerapan Ilmu Virologi*

Rangkaian observasi kemudian berlanjut ke kawasan Toh Kuning yang masih berada tidak jauh dari lokasi MGA. Di Green House tersebut, mahasiswa mengamati budidaya cabai hijau keriting yang dipelihara sebagai tanaman induk untuk produksi benih. Saat menjelaskan proses budidaya, Mulyono Herlambang, S.P., M.M menunjukkan buah cabai yang telah berubah warna menjadi merah.

 “Tanaman yang kami tanam ini akan dipetik jika sudah matang secara fisiologis. Artinya, bijinya sudah benar-benar matang. Seperti cabai hijau keriting ini, warnanya sudah sangat merah dan sedikit layu,” ujar Mulyono Herlambang, S.P., M.M.

Menariknya, saat berada di sela-sela pengamatan, salah seorang mahasiswa bertanya terkait bercak yang terlihat pada daun Cabai tersebut.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Mulyono Herlambang, S.P., M.M menjelaskan bahwa bercak tersebut merupakan gejala serangan virus yang ditularkan oleh serangga vektor. Bahwa daun yang terinfeksi tampak sedikit mengerut sebagai salah satu ciri serangan penyakit.

Mahasiswa juga mengamati perangkap serangga berupa botol yang digantung di atas tanaman dan dilapisi dengan lem berwarna kuning. Menurut Mulyono Herlambang, S.P., M.M, warna kuning mampu menarik perhatian serangga sehingga perangkap tersebut digunakan untuk membantu mengendalikan populasi serangga pembawa virus di dalam greenhouse.

Mulyono Herlambang, S.P., M.M menambahkan bahwa tanaman yang dibudidayakan di dalam greenhouse sekalipun masih berpotensi terserang virus meski telah memperoleh penyemprotan insektisida secara rutin. Oleh karena itu, ketahanan varietas tanaman menjadi salah satu faktor penting dalam menekan serangan penyakit. Observasi lapangan ditutup dengan kunjungan ke lahan terbuka (open field) tanaman Melon yang juga berada di kawasan Toh Kuning. Mahasiswa mengamati tanaman Melon yang telah memasuki fase menjelang panen. Meskipun ukuran buahnya tidak terlalu besar, Melon ini memiliki kualitas yang baik dan dikenal dengan nama Metando, yakni singkatan dari Melon Buatan Indonesia yang merupakan salah satu varietas hasil pengembangan MGA.

Melalui kegiatan KKL ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengamati secara langsung gejala serangan virus pada tanaman, teknik pengendalian hama, hingga proses penelitian dan pengembangan varietas unggul yang diterapkan di dunia industri. Kegiatan KKL ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai penerapan ilmu virologi dan mikrobiologi dalam bidang pertanian sekaligus mempererat kerja sama antara Program Studi S2 Pendidikan Biologi UNS Surakarta dengan CV MGA Karanganyar. ( ist/**)