Dobrak Tradisi, LPMK Bejen Karanganyar  Gelar Pelatihan Pambiwara hingga Rencana Kursus Karawitan

 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR,  — Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Kelurahan Bejen, Karanganyar, melakukan terobosan baru dalam program kerjanya. Berbeda dari kesan umum yang menganggap LPMK sekadar organisasi formal tanpa kegiatan konkret, LPMK Bejen di bawah kepemimpinan Mas Lembut Sunarno, S.Pd., M.Pd., menggebrak dengan menginisiasi serangkaian giat sosial dan budaya bagi warga.
Salah satu program unggulan yang kini tengah berjalan adalah Pelatihan Pambiwara, Hamicara, dan Sata Tabusana. Kegiatan ini ditargetkan menyasar perwakilan dari tiap Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW) di Kelurahan Bejen, dengan mengirimkan satu orang perwakilan per RT.
Bendahara LPMK Kelurahan Bejen, Hari Purnomo, mengungkapkan bahwa antusiasme warga rupanya sangat tinggi di luar perkiraan awal.

“Setelah pihak LPMK melakukan sosialisasi intensif ke lima lingkungan di wilayah Bejen—meliputi Lingkungan Jenglong Kayangan Beji, Tegal Asri, Bejen, Munggur, hingga Wonorejo—tercatat sebanyak 69 peserta resmi mendaftarkan diri untuk mengikuti pelatihan ini,” ujar Hari Purnomo saat dikonfirmasi.

Pembukaan Berkelas dan Hadirnya Tokoh Daerah

Acara peluncuran (*launching*) program ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Bupati Karanganyar yang diwakili oleh Ketua Tim Penggerak PKK, Dr. Farida, turut hadir membuka acara secara resmi.
Tak hanya itu, jajaran anggota DPRD yang berdomisili di Kelurahan Bejen, Camat Karanganyar, serta Lurah Bejen juga tampak hadir memberikan dukungan penuh.
Pelatihan yang direncanakan berlangsung selama 4 bulan ini menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya. Pada malam pertama kuliah umum, peserta dibekali materi oleh pakar budaya dari ISI Surakarta, Prof. Dr. Sugeng. Sementara pada malam-malam berikutnya, Camat Karanganyar—yang juga memiliki keahlian di bidang keprotokolan—bersama Lurah Bejen bertindak langsung sebagai pemateri.

Komitmen Latihan Jangka Panjang dan Manajemen Kelas

Guna memastikan output yang maksimal, pelatihan ini dirancang secara terstruktur sebanyak 16 kali pertemuan. Dalam satu bulan, latihan digelar sebanyak empat kali, tepatnya setiap malam Rabu dan malam Kamis, mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB.
Hari Purnomo menjelaskan bahwa manajemen kelas dibuat saksama demi kenyamanan belajar peserta.
Lokasi Pusatan: Sanggar Seni Ngesti Budoyo, Tegal Asri, milik Pak Larno, S.Kar., M.Pd.
Pembagian Kelas: Mengingat jumlah peserta yang cukup banyak (69 orang), kelas dibagi menjadi dua kelompok agar materi tersampaikan secara efektif.

Terobosan Lanjutan: Siap Gali Potensi Karawitan

Tak berhenti di pelatihan pambiwara saja, LPMK Bejen sudah menyiapkan rencana jangka panjang untuk merawat kebudayaan Jawa. Di pertengahan program nanti, kegiatan ini akan diintegrasikan dengan latihan karawitan.
Para peserta pambiwara nantinya akan diarahkan untuk ikut serta dalam latihan menabuh gamelan di sanggar yang sama.
Melalui bendaharanya, Hari Purnomo berharap langkah dinamis LPMK Bejen ini bisa menjadi pemantik bagi organisasi kemasyarakatan lain untuk aktif memajukan potensi warga sekaligus melestarikan adat dan budaya lokal. ( bre suroto )