11.237 Mahasiswa Baru Masuk UNS Solo, Lemhannas Bekali Generasi Menuju Indonesia 2045

Fokus Jateng -SOLO – Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo menerima 11.237 mahasiswa baru pada Tahun Akademik 2026/2027. Di tengah ketatnya persaingan masuk perguruan tinggi negeri, mahasiswa baru UNS mendapat pembekalan dari Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) tentang pentingnya penguasaan riset, teknologi, hingga wawasan kebangsaan.
Sebanyak 11.237 mahasiswa tersebut terpilih dari 164.292 pendaftar. Jumlah peminat itu menempatkan UNS sebagai perguruan tinggi negeri dengan peminat terbanyak kedua dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.
Rektor UNS Prof Hartono mengatakan tingginya jumlah pendaftar menjadi bukti kepercayaan masyarakat terhadap UNS.
Memasuki usia 50 tahun, UNS juga telah melahirkan lebih dari 271.300 alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang, baik di dalam maupun luar negeri.
“Perguruan tinggi tidak lagi hanya menjadi tempat pendidikan, tetapi juga bagian dari daya saing bangsa melalui pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, riset, dan inovasi,” kata Hartono dalam pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UNS 2026, Selasa 11 Agustus 2026).
Menurutnya, mahasiswa baru tidak cukup hanya mengejar prestasi akademik. Mereka juga perlu memiliki kemampuan teknologi, berpikir kritis, mampu beradaptasi, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat dan bangsa.
Lemhannas Soroti Riset dan Teknologi
Gubernur Lemhannas RI TB Ace Hasan Syadzily yang hadir sebagai narasumber menekankan pentingnya penguasaan riset dan teknologi bagi generasi muda.
Terlebih, mahasiswa baru UNS akan menjadi bagian dari generasi yang menghadapi tantangan menuju Indonesia Emas 2045.
“Dua potensi besar yang dimiliki bangsa kita adalah sumber kekayaan alam dan sumber daya manusia unggul yang berkualitas, yang memiliki penguasaan terhadap riset dan teknologi,” ujar Ace Hasan.
Menurut dia, kekayaan sumber daya alam Indonesia harus diimbangi dengan kualitas sumber daya manusia. Tanpa SDM unggul, kekayaan alam tidak akan mampu memberikan manfaat secara maksimal.
Karena itu, penguatan riset dan teknologi perlu berjalan beriringan dengan pengembangan hilirisasi. Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan nilai tambah sekaligus memperkuat perekonomian nasional.
“Harapannya akan lahir pemimpin-pemimpin nasional dari UNS yang dapat berkontribusi bagi kemajuan bangsa dan negara,” kata Ace Hasan.
Mahasiswa Diminta Tetap Berakar pada Kebangsaan
Ace Hasan menilai perguruan tinggi memiliki posisi strategis dalam menyiapkan generasi masa depan. Kampus tidak hanya bertugas mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter dan wawasan kebangsaan mahasiswa.
Karena itu, mahasiswa baru UNS diharapkan tumbuh menjadi generasi yang memiliki kompetensi, mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, sekaligus memiliki rasa tanggung jawab terhadap bangsa dan negara.
PKKMB UNS 2026 sendiri mengusung tema “Bersama UNS Membentuk Generasi Aktif, Inklusif, Humanis, Adaptif, dan Berdaya Saing Global.”
Melalui tema tersebut, mahasiswa didorong aktif mengembangkan potensi, terbuka terhadap perbedaan, memiliki kepedulian sosial, mampu beradaptasi, serta memiliki kompetensi untuk bersaing di tingkat global.
UNS juga menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan kampus yang aman dan inklusif.
Kampus berkomitmen mencegah kekerasan, perundungan, diskriminasi, serta berbagai tindakan yang merendahkan martabat manusia.
Dengan bekal kompetensi, teknologi, riset, dan wawasan kebangsaan, ribuan mahasiswa baru tersebut diharapkan tidak hanya menjadi lulusan perguruan tinggi, tetapi juga mampu mengambil peran dalam menjawab tantangan bangsa menuju Indonesia 2045. (ANur/**)