FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Sejatinya, Nahdlatul Ulama (NU) lahir bukan sekadar sebagai organisasi keagamaan, melainkan sebagai wadah perjuangan untuk menjaga, merawat, dan mendampingi umat. Spirit historis inilah yang terus dihidupkan oleh Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Alastuwo Kebakkramat Karanganyar dalam setiap derap langkahnya di tengah masyarakat.
Memperkokoh kepedulian sosial yang menjadi urat nadi organisasi, PRNU Alastuwo menggelar kegiatan Dzikir dan Doa Bersama dalam rangka memperingati malam 10 Asyuro. Acara yang berlangsung khidmat ini diselenggarakan di Lapangan Desa Alastuwo, menjadi bukti nyata bagaimana NU hadir dan menyatu dengan denyut kehidupan warganya.
Manifestasi Khidmah: Santunan untuk 42 Anak Yatim**
Tak sekadar diisi dengan lantunan zikir yang menggetarkan jiwa, momentum penuh berkah ini juga diwujudkan dalam aksi nyata kemanusiaan. Jamaah NU Ranting Alastuwo menyalurkan donasi santunan kepada 42 anak yatim. Menariknya, seluruh dana santunan ini murni bersumber dari infak sukarela para jamaah yang bergerak bersama atas dasar cinta dan kepedulian.
“Sejak awal berdiri, NU memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan tidak ada umat yang merasa sendirian, terutama anak-anak yatim yang membutuhkan uluran tangan kita. Ini adalah bagian dari ikhtiar kami untuk hadir lebih dalam mendampingi mereka,” ujar salah satu pengurus di sela-sela acara.
Memperkuat Iman, Menumbuhkan Kepedulian
Ketua NU Ranting Alastuwo, Ahmat Partono, S.E., dalam sambutannya menyampaikan harapan besar agar kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi mampu membawa dampak spiritual dan sosial yang mendalam.
Beliau berharap kegiatan ini dapat memperkuat keimanan dan ketakwaan para jamaah. Lebih dari itu, di luar agenda pengajian rutin, jamaah NU diharapkan mampu memperkuat kegiatan sosial di tengah masyarakat sehingga tumbuh rasa kepedulian yang kuat terhadap sesama.
“Kami berharap kepada para jamaah agar tetap istiqomah dalam beribadah. Seringnya diadakan pengajian dan peringatan hari besar Islam (PHBI) secara rutin seperti ini sangat efektif dalam membangkitkan kembali semangat dakwah NU Ranting Alastuwo,” tegas Ahmat Partono.
Mengapa Ini Penting?
Melalui kegiatan ini, NU Ranting Alastuwo kembali menegaskan khitah-nya: bahwa merawat umat berarti menjaga spiritualitas mereka sekaligus memastikan kesejahteraan sosialnya terpenuhi. Di bawah langit malam Alastuwo, zikir yang terucap dan santunan yang terberikan menjadi simbol bahwa NU akan selalu setia mendampingi umat, menjaga tradisi, dan merawat kemanusiaan. ( bre )
