Ribut Budi Santoso Terpilih Aklamasi Pimpin GPM Boyolali

Fokus Jateng-BOYOLALI, – Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Kabupaten Boyolali sukses menyelenggarakan Konferensi Cabang (Konfercab) pada Sabtu 20 Juni 2026 di Boyolali. Forum tertinggi di tingkat cabang tersebut menjadi momentum evaluasi organisasi sekaligus penetapan arah kepemimpinan GPM Boyolali untuk periode mendatang.

Kegiatan diikuti oleh pengurus, anggota, pembina, serta perwakilan Dewan Pimpinan Pusat GPM Indonesia. Dalam rangkaian sidang konferensi, peserta membahas laporan pertanggungjawaban kepengurusan sebelumnya, mengevaluasi program kerja organisasi, serta melaksanakan proses pemilihan ketua cabang.

Pembina GPM Boyolali, Suratmin, dalam sambutannya menegaskan bahwa regenerasi kader merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan organisasi. Menurutnya, proses kaderisasi yang berkesinambungan akan memastikan nilai-nilai perjuangan marhaenisme tetap hidup dan relevan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.

“Regenerasi kader harus terus diperkuat agar organisasi mampu melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang memiliki komitmen terhadap perjuangan rakyat,” ujar Suratmin.

Pada kesempatan yang sama, Dewan Pembina DPP GPM Indonesia, Wiliem, menyampaikan materi mengenai sejarah dan perjalanan Gerakan Pemuda Marhaenis sebagai organisasi yang konsisten memperjuangkan ajaran Bung Karno dan keberpihakan kepada kaum marhaen.

Dalam sidang pleno, laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode sebelumnya yang dipimpin oleh Ketua Miyanto bersama jajaran pengurus dinyatakan diterima secara penuh oleh peserta konferensi. Penerimaan LPJ tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kinerja organisasi selama masa kepengurusan yang telah berakhir.

Melalui mekanisme musyawarah mufakat, peserta Konfercab kemudian menetapkan Ribut Budi Santoso sebagai Ketua GPM Kabupaten Boyolali secara aklamasi. Selain memilih ketua baru, forum juga menyusun struktur kepengurusan yang akan menjalankan program organisasi pada periode berikutnya.

Wiliem berharap kepemimpinan baru mampu memperkuat konsolidasi internal, memperluas jaringan kaderisasi, serta meningkatkan peran organisasi dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.

“GPM Boyolali memiliki potensi besar untuk menjadi ruang pengembangan generasi muda yang kritis, nasionalis, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Kepengurusan baru diharapkan mampu membawa organisasi semakin maju dan adaptif terhadap tantangan zaman,” kata Wiliem.

Konferensi Cabang GPM Boyolali ditutup dengan semangat persatuan dan komitmen bersama untuk memperkuat organisasi. Hasil konferensi ini diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkokoh peran GPM sebagai wadah kaderisasi dan perjuangan generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, dan marhaenisme. ( ist/**)