Fokus Jateng-BOYOLALI- Sebanyak 32 dari 50 SMP Negeri di Boyolali belum memenuhi pagu dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2026/2027.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali, Dwi Hari Kuncoro, mengatakan total kekurangan siswa di 32 sekolah tersebut mencapai 1.561 murid.
“Kalau ditotal, masih membutuhkan 1.561 murid untuk memenuhi seluruh daya tampung yang tersedia,” kata Kuncoro, Kamis 25 Juni 2026.
Ia menyebut kekurangan murid paling sedikit terjadi di SMP Negeri 1 Nogosari yang hanya kurang empat siswa dari kuota yang tersedia. Sebaliknya, kekurangan murid terbanyak terjadi di SMP Negeri 3 Sawit yang berada di Desa Bendosari, Kecamatan Sawit.
“Padahal, penetapan pagu telah disesuaikan dengan kondisi dan ketersediaan sarana prasarana di masing-masing sekolah.”
Menurut Kuncoro, sekolah tersebut masih kekurangan 112 siswa dari total daya tampung 256 murid. Tak hanya SMPN 3 Sawit, dua SMP negeri lainnya di Kecamatan Sawit juga mengalami kekurangan siswa dalam jumlah cukup besar.
“SMP Negeri 1 Sawit masih kekurangan 24 murid, sedangkan SMP Negeri 2 Sawit kekurangan 109 murid,” katanya.
Dijelaskan, salah satu penyebab utama rendahnya angka pendaftar adalah minimnya lulusan SD di wilayah tertentu. Terlebih, kondisi geografis beberapa kecamatan seperti Sawit yang tidak sebanding dengan daya tampung SMP negeri yang tersedia.
“Ya karena jumlah lulusan di sana (Kecamatan Sawit) sebanyak 217 siswa,” ujarnya.
Terkait permasalahan tersebut, Disdikbud Boyolali telah membuka pendaftaran SPMB gelombang kedua. Pendaftaran gelombang kedua itu ditujukan bagi sekolah-sekolah yang kuotanya belum terpenuhi.
Selain itu, Disdikbud juga mencatat masih ada sekitar 90 lulusan SD di Boyolali yang belum mendaftar ke sekolah mana pun.
“Kami menengarai masih ada sekitar 90 siswa lulusan SD yang belum mendaftar ke sekolah mana pun,” katanya.
Kuncoro menegaskan pendaftaran gelombang kedua hanya diperuntukkan bagi calon murid yang belum pernah mendaftar di sekolah mana pun. Gelombang kedua juga dibuka khusus melalui jalur prestasi pada sekolah yang daya tampungnya masih belum terpenuhi.
“Harapannya kuota siswa baru di SMP negeri yang masih kosong dapat segera terisi sebelum tahun ajaran baru dimulai,” pungkasnya. ( yull/**)
