FOKUSJATENG.COM-SRAGEN-Kecelakaan maut antara Kereta Apil (KA) Argo Bromo Anggrek vs kereta rel terpadu memantik reaksi kalangan anggota DPR RI. Salah satunya Sriyanto Saputro, anggota Fraksi Partai Gerindra. Ketika dihubungi wartawan kemarin 28 April 2026, akan segera memanggil Menteri Perhubungan.
“Kecelakaan kereta api di Bekasi ini menjadi duka semua pihak. Kami sampaikan belasungkawa bagi para korban. Kami mendesak pemerintah untuk melakukan perbaikan fundamental pada sistem keamanan perkeretaapian nasional,” kata legislator asal Daerah Pemilihan (Dapil) IV Jawa Tengah yang meliputi Sragen, Karanganyar, dan Wonogiri ini.
Sriyanto menegaskan bahwa peristiwa ini tidak boleh dianggap sebagai kecelakaan biasa. Ia meminta Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan PT KAI segera melakukan audit serta evaluasi menyeluruh dengan melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT)
“Manajemen perkeretaapian perlu dievaluasi. Apalagi jika benar kecelakaan bermula dari KRL yang terhenti karena menabrak taksi. Perlu dicek kembali bagaimana kondisi palang pintunya saat kejadian,” tegas Sriyanto. Pihaknya juga menekankan bahwa sinkronisasi antara palang pintu perlintasan, keberadaan objek di rel, dan sistem komunikasi antar-kereta harus menjadi poin utama dalam investigasi agar kejadian serupa tidak terulang kembali.
Selain faktor teknis pada operasional kereta, Sriyanto juga menyoroti kondisi geografis perlintasan di sekitar lokasi kejadian yang dinilai sudah tidak memadai. Titik Bulak Kapal yang berada di dekat Stasiun Bekasi Timur dikenal sebagai area yang sangat padat (crowded) dan rawan konflik lalu lintas.
Sriyanto menilai pembangunan jalan layang atau terowongan di perlintasan sebidang Bulak Kapal sudah mendesak untuk mengurangi kepadatan. Lantas perlunya pemisahan Arus Lalu Lintas. Dengan adanya flyover risiko kecelakaan akibat kendaraan yang mogok atau terjebak di perlintasan sebidang dapat dihilangkan secara permanen.
“Stasiun Bekasi Timur itu cukup krodit. Sudah saatnya dipikirkan pembangunan jembatan layang untuk mengurai keruwetan di sana dan menjamin keselamatan pengguna jalan maupun penumpang kereta,” bebernya. (hr)
