Sambil Ngopi Bareng, Wabup Karanganyar Ajak Media Hidupkan Lagi Semangat Gotong Royong

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Suasana pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Karanganyar pada Rabu (29/4) siang terasa berbeda. Tidak ada kesan formal birokrasi yang kaku. Sebaliknya, gelak tawa dan diskusi gayeng mengalir antara Wakil Bupati Karanganyar,  Ade Eliana,  bersama belasan awak media yang biasa bertugas di Bumi Intanpari.

Dalam pertemuan bertajuk ramah tamah tersebut, Ade Eliana membuka ruang diskusi lebar-lebar. Baginya, media bukan sekadar penyebar berita, melainkan mitra strategis dalam membangun daerah.

Buka Pintu Kritik, Asalkan Check and Recheck

Dalam obrolan santai itu, Ade menegaskan bahwa dirinya sangat terbuka terhadap kritik. Ia menyadari bahwa fungsi kontrol sosial media sangat diperlukan agar jalannya pemerintahan tetap pada relnya.

“Saya pribadi tidak anti kritik. Jika memang ada yang tidak benar atau kurang pas, silakan dikritik. Itu bagian dari perbaikan,” ujar Ade di hadapan para wartawan.

Namun, ia menitipkan satu pesan penting: Akurasi. Ade berharap setiap isu atau peristiwa yang berkembang di masyarakat selalu dikonfirmasi ulang (cross-check) sebelum diunggah ke ruang publik. Hal ini penting untuk menjaga kondusivitas dan memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang valid.

Gelisah Budaya Gotong Royong Tergerus

Di sela-sela diskusi, nada bicara Ade sedikit merendah saat menyentuh sisi sosial kemasyarakatan. Ia mengaku gelisah melihat fenomena mulai lunturnya budaya gotong royong di tengah gempuran zaman.

Menurutnya, media memiliki kekuatan besar melalui gaya penyampaian informasinya untuk memantik kembali semangat kebersamaan tersebut.

  • Ujung Tombak: Media sebagai penyampai kinerja nyata pemerintah.

  • Pilar Budaya: Media berperan membangun kembali narasi gotong royong di masyarakat.

“Jika seluruh stakeholder bisa membangun komunikasi yang sinergis, itu sudah merupakan aplikasi nyata dari tagline pemerintahan Rober – Ade : Sesarengan Mbangun Karanganyar,” tambahnya.

Parameter Kepercayaan Publik

Pertemuan yang berlangsung hingga jelang sore hari  itu diakhiri dengan keyakinan bahwa media adalah parameter utama dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemerintah. Dengan informasi yang jujur, edukatif, dan membangun, masyarakat akan merasa lebih dekat dengan program-program pembangunan yang sedang berjalan. ( bre suroto )