Mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 32 Sosialisasikan Manajemen Sampah 3R kepada Siswa SD Negeri Geneng 2

Oleh: Adam Farid Hidayat

Mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Slamet Riyadi Surakarta.

 

Fokus Jateng,-SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI) Kelompok 32 Desa Geneng melaksanakan program kerja individu berupa “Sosialisasi Manajemen Sampah 3R di SD Negeri Geneng 2”.    Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Adam Farid Hidayat (23200350), mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Slamet Riyadi Surakarta.

Kegiatan sosialisasi ini merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam memberikan edukasi kepada generasi muda mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta mengelola sampah dengan baik. Lingkungan sekolah menjadi salah satu tempat yang tepat untuk menanamkan kebiasaan peduli terhadap lingkungan sejak dini karena siswa dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh baik di sekolah maupun di rumah.

Sosialisasi dilaksanakan di SD Negeri Geneng 2, Desa Geneng, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen, dengan sasaran siswa sekolah dasar. Melalui kegiatan ini, siswa diberikan pemahaman mengenai permasalahan sampah yang sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari serta pentingnya membiasakan diri untuk membuang dan mengelola sampah dengan benar.

Dalam penyampaian materi, Adam menjelaskan konsep 3R, yaitu Reduce, Reuse, dan Recycle. Reduce merupakan upaya mengurangi penggunaan barang atau produk yang dapat menghasilkan sampah, khususnya barang sekali pakai. Sementara itu, Reuse merupakan kegiatan menggunakan kembali barang yang masih dapat dimanfaatkan, sedangkan Recycle adalah mengolah kembali barang atau sampah tertentu menjadi produk yang memiliki nilai guna.

Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana dan disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar. Siswa diberikan contoh penerapan 3R yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti membawa botol minum dan tempat makan sendiri untuk mengurangi sampah plastik sekali pakai, menggunakan kembali kertas yang masih memiliki sisi kosong, serta memilah barang yang dapat didaur ulang.

Selain menjelaskan konsep 3R, siswa juga diberikan pemahaman mengenai jenis-jenis sampah. Sampah dapat dibedakan menjadi sampah organik dan anorganik. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun dapat terurai secara alami, sedangkan sampah anorganik seperti botol plastik, kaleng, dan beberapa jenis kemasan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk terurai. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu siswa dalam membiasakan diri memilah sampah sesuai dengan jenisnya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diajak memahami dampak yang dapat ditimbulkan apabila sampah tidak dikelola dengan baik. Penumpukan sampah dapat menyebabkan lingkungan menjadi kotor, menimbulkan bau tidak sedap, menjadi tempat berkembangnya berbagai penyakit, serta dapat menyebabkan saluran air tersumbat. Oleh karena itu, pengelolaan sampah perlu dilakukan secara bersama-sama dan dimulai dari kebiasaan sederhana.

Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dan melibatkan siswa secara aktif. Adam mengajak siswa untuk menjawab pertanyaan sederhana mengenai kebiasaan mereka dalam membuang dan mengelola sampah. Siswa juga diberikan contoh situasi sehari-hari agar lebih mudah memahami penerapan konsep Reduce, Reuse, dan Recycle.

Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Para siswa mengikuti penyampaian materi dengan baik dan aktif memberikan jawaban ketika diberikan pertanyaan. Melalui pendekatan yang komunikatif, materi mengenai pengelolaan sampah menjadi lebih mudah dipahami dan tidak hanya sebatas teori, tetapi dapat dikaitkan dengan kebiasaan yang dilakukan siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen, kegiatan ini juga menjadi bentuk penerapan pengetahuan mengenai pengelolaan sumber daya secara efektif dan bertanggung jawab. Pengelolaan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan pemanfaatan sumber daya yang lebih efisien. Barang yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali sehingga dapat mengurangi pemborosan dan jumlah sampah yang dihasilkan.

Melalui sosialisasi manajemen sampah 3R ini, diharapkan siswa SD Negeri Geneng 2 memiliki kesadaran yang lebih baik mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan mengelola sampah sejak dini. Kebiasaan sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, menggunakan kembali barang yang masih layak, serta memilah sampah dapat menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah. Siswa yang telah memahami konsep 3R dapat menjadi contoh bagi teman-temannya serta menerapkan kebiasaan tersebut di lingkungan keluarga dan masyarakat. Dengan demikian, edukasi mengenai pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan berkelanjutan.

Program kerja individu ini menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 32 Desa Geneng dalam mendukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Melalui edukasi yang diberikan sejak usia sekolah, diharapkan dapat terbentuk generasi muda yang lebih peduli, bertanggung jawab, dan mampu berperan aktif dalam menjaga lingkungan melalui pengelolaan sampah yang tepat. ( ist/**)