Digitalisasi UMKM Desa Dukuh melalui Google Maps: Pendampingan Dapur Mama Afzam untuk Mempermudah Akses Konsumen

Oleh: Dita Permata Kusumaningrum

Mahasiswa Program Studi Manajemen Unisri Surakarta

Fokus Jateng – SRAGEN,- Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam cara masyarakat mencari informasi, termasuk ketika ingin membeli makanan atau menemukan lokasi suatu usaha. Saat ini, calon konsumen tidak selalu memperoleh informasi mengenai suatu produk dari rekomendasi orang terdekat. Mereka juga dapat memanfaatkan internet dan layanan berbasis lokasi untuk menemukan usaha yang berada di sekitar mereka.

Perubahan tersebut menjadi peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan usahanya secara lebih luas. Namun, masih terdapat pelaku UMKM yang belum memanfaatkan teknologi digital secara maksimal, khususnya dalam memberikan informasi mengenai lokasi usaha kepada calon konsumen. Kondisi ini juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan UMKM di wilayah pedesaan.

Desa Dukuh, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen, memiliki berbagai usaha masyarakat yang berpotensi untuk terus dikembangkan. Salah satunya adalah usaha roti Dapur Mama Afzam. Sebagai usaha yang melayani pembelian dan pemesanan produk, kemudahan konsumen dalam menemukan lokasi menjadi salah satu hal yang cukup penting. Konsumen yang belum mengetahui lokasi usaha dapat mengalami kesulitan ketika hendak mengambil pesanan atau datang secara langsung.

Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program pendampingan dengan memanfaatkan Google Maps sebagai salah satu sarana digitalisasi UMKM. Kegiatan yang mengangkat tema “Meningkatkan Produktivitas UMKM Menggunakan Google Maps di Desa Dukuh, Tangen, Sragen” ini dilaksanakan pada 25 Juli 2026 dengan sasaran utama UMKM roti Dapur Mama Afzam.

Program tersebut tidak hanya bertujuan mengenalkan penggunaan teknologi kepada pemilik usaha, tetapi juga membantu memberikan solusi sederhana terhadap permasalahan pencarian lokasi usaha. Dengan adanya informasi lokasi yang dapat ditemukan melalui Google Maps, konsumen diharapkan dapat lebih mudah mengetahui dan menuju tempat usaha ketika hendak membeli maupun mengambil pesanan.

*Pemanfaatan Teknologi Digital bagi UMKM*

Bagi pelaku UMKM, pemasaran tidak hanya berkaitan dengan bagaimana menawarkan produk, tetapi juga bagaimana membuat konsumen dapat menemukan dan mengakses usaha tersebut. Terlebih lagi, perkembangan kebiasaan masyarakat dalam menggunakan smartphone membuat informasi mengenai suatu tempat semakin mudah dicari melalui internet.

Salah satu layanan yang dapat digunakan untuk mendukung kebutuhan tersebut adalah Google Maps. Layanan ini memungkinkan suatu usaha memiliki informasi lokasi yang dapat diakses oleh masyarakat melalui perangkat digital. Keberadaan informasi tersebut dapat menjadi pendukung bagi konsumen yang belum pernah datang langsung ke lokasi usaha.

Penggunaan Google Maps juga relatif sesuai untuk UMKM skala kecil karena pemanfaatannya dapat dimulai dari informasi dasar mengenai usaha. Pelaku usaha dapat memberikan informasi mengenai nama usaha dan lokasi sehingga calon pelanggan mempunyai acuan ketika ingin berkunjung.

 

*Pendampingan UMKM Roti Dapur Mama Afzam*

Pelaksanaan program kerja KKN dilakukan pada 25 Juli 2026 dengan mendampingi salah satu UMKM di Desa Dukuh, yaitu Dapur Mama Afzam yang bergerak di bidang produksi dan penjualan roti.

Sebelum adanya pendampingan, pencarian lokasi usaha menjadi salah satu hal yang dapat menyulitkan ketika terdapat konsumen yang ingin datang secara langsung untuk membeli atau mengambil pesanan. Kondisi tersebut menjadi dasar dilaksanakannya pendampingan pemanfaatan Google Maps.

Dalam kegiatan tersebut, pemilik usaha diberikan pemahaman mengenai manfaat pencantuman lokasi usaha secara digital. Pendampingan juga diarahkan agar informasi lokasi Dapur Mama Afzam dapat lebih mudah ditemukan oleh orang yang membutuhkan informasi mengenai tempat usaha tersebut.

Kegiatan dilakukan dengan pendekatan praktik sehingga pemilik usaha dapat mengetahui bagaimana teknologi berbasis lokasi dapat digunakan untuk menunjang aktivitas usahanya. Pendekatan secara langsung juga membuat proses pendampingan lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan pemilik UMKM.

 

*Google Maps sebagai Solusi Sederhana untuk Pencarian Lokasi*

Salah satu manfaat yang paling dirasakan dari pelaksanaan program ini adalah kemudahan dalam memberikan informasi lokasi kepada calon konsumen. Ketika seseorang ingin membeli atau memesan produk dari Dapur Mama Afzam dan membutuhkan informasi mengenai lokasi usaha, keberadaan lokasi pada Google Maps dapat menjadi petunjuk yang lebih praktis.

Sebelumnya, informasi lokasi dapat disampaikan secara manual melalui pesan atau penjelasan dari pemilik usaha. Cara tersebut terkadang kurang praktis apabila konsumen belum mengenal wilayah sekitar tempat usaha. Dengan adanya informasi lokasi secara digital, konsumen memiliki alternatif untuk mencari lokasi usaha menggunakan perangkat yang mereka miliki.

Hal ini menunjukkan bahwa penerapan digitalisasi pada UMKM tidak selalu harus dimulai dengan penggunaan teknologi yang kompleks. Pemanfaatan fitur sederhana yang sesuai dengan kebutuhan usaha justru dapat memberikan manfaat secara langsung bagi pelaku UMKM maupun konsumen.

 

*Hasil Pelaksanaan Program*

Pelaksanaan pendampingan terhadap Dapur Mama Afzam memberikan hasil yang dapat dirasakan langsung oleh pemilik usaha. Setelah lokasi usaha dapat dimanfaatkan melalui Google Maps, proses pencarian tempat menjadi lebih mudah ketika terdapat orang yang ingin membeli atau memesan produk.

Kemudahan tersebut menjadi nilai tambah bagi usaha karena konsumen tidak hanya membutuhkan produk yang sesuai dengan kebutuhannya, tetapi juga membutuhkan akses yang mudah ketika hendak memperoleh produk tersebut.

Dari kegiatan ini, pemilik Dapur Mama Afzam juga memperoleh pengalaman mengenai pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung kegiatan usahanya. Meskipun penerapan Google Maps merupakan langkah sederhana, hal tersebut dapat menjadi awal bagi pelaku UMKM untuk mengenal dan memanfaatkan berbagai fasilitas digital lainnya.

 

*Pentingnya Keberlanjutan Digitalisasi UMKM*

Pendampingan yang dilakukan melalui program KKN sebaiknya tidak berhenti setelah kegiatan selesai. Pemilik usaha dapat terus memanfaatkan keberadaan lokasi digital tersebut dengan memastikan informasi usaha tetap sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Informasi seperti lokasi, jam operasional, nomor yang dapat dihubungi, serta foto produk dapat diperbarui apabila terjadi perubahan. Dengan demikian, informasi yang diterima konsumen tetap relevan dan dapat membantu mereka ketika hendak melakukan pembelian.

Selain Google Maps, pemanfaatan teknologi dapat dikembangkan secara bertahap melalui media sosial, layanan pesan instan, marketplace, maupun sistem pembayaran digital. Pengembangan tersebut dapat dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing pelaku usaha.

 

* Kesimpulan*

Pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi salah satu langkah sederhana dalam mendukung perkembangan UMKM di wilayah pedesaan. Melalui program “Meningkatkan Produktivitas UMKM Menggunakan Google Maps di Desa Dukuh, Tangen, Sragen”, mahasiswa KKN memberikan pendampingan kepada UMKM roti Dapur Mama Afzam pada 25 Juli 2026.

Hasil dari kegiatan menunjukkan bahwa pemanfaatan Google Maps membantu pemilik usaha dalam memberikan informasi lokasi kepada konsumen. Orang yang ingin membeli atau memesan produk Dapur Mama Afzam menjadi lebih mudah dalam mencari dan mengetahui lokasi usaha.

Program ini menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM tidak harus dilakukan dengan teknologi yang rumit. Pemanfaatan fasilitas digital yang sederhana dan sesuai dengan kebutuhan usaha sudah dapat memberikan manfaat bagi pelaku UMKM. Ke depannya, Dapur Mama Afzam maupun UMKM lainnya di Desa Dukuh diharapkan dapat terus mengembangkan pemanfaatan teknologi digital sebagai bagian dari kegiatan pemasaran dan pelayanan kepada konsumen.

Dengan adanya pendampingan dan kemauan untuk beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, UMKM desa memiliki peluang untuk meningkatkan kemudahan akses konsumen sekaligus memperkuat keberadaan usaha di tengah perkembangan ekonomi digital. ( ist/**)