Bawaslu Karanganyar Buktikan Tak Hanya ‘Hangat-Hangat Tahi Ayam’, Tancap Gas Peringati Sewindu Berdirinya Lembaga

​FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR — Memasuki fase pascapemilu (post-electoral stage) sering kali membuat ritme kerja lembaga pengawas pemilu meredup. Namun, hal berbeda ditunjukkan oleh Bawaslu Kabupaten Karanganyar. Menyongsong ulang tahun ke-8 (sewindu) Bawaslu Kabupaten/Kota se-Indonesia yang jatuh pada 15 Agustus 2026, lembaga ini justru makin gencar menunjukkan tajinya di tingkat nasional maupun daerah.

​Filosofi angka 8 yang menyerupai simbol matematika infinity (tak terputus) menjadi dasar pijakan Bawaslu Karanganyar untuk menegaskan komitmen pengawasan demokrasi tanpa henti, tidak terbatas hanya pada saat bilik suara dibuka.

​”Secara visual, angka 8 membentuk garis tak terputus atau infinity. Hakikatnya sewindu usia Bawaslu Karanganyar tidak pernah berhenti melakukan kerja pengawasan dan penguatan demokrasi. Kami bergerak aktif melindungi hak sipil warga negara,” ujar Ketua Bawaslu Kabupaten Karanganyar, Nuning Ritwanita Priliastuti, saat jumpa pers di Sekretariat Bawaslu setempat, Rabu (12/8/2026).

​Dari Meja Kerja Turun ke Desa: Targetkan 60+ Kampung Pengawasan

​Bukan sekadar slogan, komitmen tersebut dibuktikan dengan torehan Peringkat Kedua Kampung Pengawasan Tingkat Nasional, mengalahkan ratusan persaingannya dari 514 Bawaslu kabupaten/kota se-Indonesia.

​Saat ini di Bumi Intanpari telah berdiri 31 Kampung Pengawasan—terdiri atas 12 Desa Pengawasan Pemilu dan 19 Desa Anti Politik Uang. Nuning menegaskan, timnya enggan berdiam diri di balik meja pascapemilu.

​”Kami terus melakukan sambang desa dan konsolidasi di semua tingkatan. Harapannya jumlah Kampung Pengawas terus bertambah hingga akhir tahun, setidaknya menjadi dua kali lipat dari yang sekarang,” tambahnya.

​Kelola Anggaran Transparan hingga Buka Layanan Pencatutan Nama Parpol

​Tidak hanya unggul dalam pelibatan masyarakat basis desa, Bawaslu Karanganyar juga menorehkan prestasi dalam hal akuntabilitas manajemen internal. Bawaslu Karanganyar menyabet:

  1. Peringkat I Nilai Indikator Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) kategori Satker Baru Bawaslu se-Indonesia.
  2. Predikat Mutu A Layanan Publik dengan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) mencapai 3,64 / 4,00 (91,00) pada Semester I 2026.
  3. 10 Besar Poster Terbaik Kehumasan tingkat Provinsi Jawa Tengah.

​Untuk pelayanan publik langsung, Bawaslu Karanganyar membuka posko aduan khusus bagi warga yang belum tercatat dalam Data Pemilih Berkelanjutan, serta warga yang nama atau NIK-nya dicatut secara sepihak sebagai anggota partai politik.

​Tatap Pemilu 2029: Garap Klaster Netralitas ASN & Bikin Buku Rekam Jejak

​Menjawab tantangan Pemilu 2029 mendatang, Bawaslu Karanganyar meluncurkan beberapa program penguatan kapasitas internal secara masif:

  • Bawaslu Membelajarkan Volume II (Meluncur September 2026): Ekosistem pembelajaran komprehensif mencakup 10 klaster utama dan 30 topik. Khusus Karanganyar, fokus utama ditekankan pada netralitas Aparatur Sipil Negara (ASN) dan perangkat desa, penyalahgunaan jabatan, serta sanksinya. Pemateri melibatkan lintas kabupaten/kota se-Indonesia.
  • Buku Penanganan Pelanggaran Jilid II (Target Terbit Desember 2026): Ditulis oleh jajaran pengawas kabupaten hingga pengawas ad hoc Pemilu 2024 sebagai bentuk perekaman wawasan dan histori penindakan.
  • Edukasi Publik & Kemitraan: Menjalin 42 kerja sama strategis, menyelenggarakan Kelas Penegakan Hukum Pemilu, Kelas Penyelesaian Sengketa, hingga program Nyemplung Pawiyatan di SMP dan SMA/K.

​Berbagi Kesehatan Gratis Bersama Warga dan Media

​Melengkapi kemeriahan HUT ke-8, Bawaslu Karanganyar bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Karanganyar juga menggelar pemeriksaan kesehatan gratis yang diikuti oleh sekitar 200 peserta dari kalangan insan pers dan masyarakat umum.

​”Pengawasan yang optimal membutuhkan fisik dan mental jajaran yang sehat. Melalui cek kesehatan gratis ini, kami ingin mengapresiasi kawan media serta masyarakat yang setia menjadi mitra Bawaslu,” tutup Nuning. ( ck/bre)