Oleh: Yunandito Reynald Radmadana
Mahasiswa KKN Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat Universitas Slamet Riyadi Surakarta.
Fokus Jateng -SRAGEN — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Slamet Riyadi Surakarta (UNISRI) Kelompok 32 Desa Geneng melaksanakan program kerja individu berupa “Sosialisasi Pola Asuh Positif pada Ibu-Ibu PKK RT 11 Dukuh Pelem, Desa Geneng”. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Yunandito Reynald Radmadana (2350055), Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Slamet Riyadi Surakarta.
Kegiatan sosialisasi dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap pentingnya peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak. Orang tua, khususnya ibu, memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kebiasaan, sikap, dan perilaku anak melalui pola pengasuhan yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pola asuh yang tepat menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menciptakan lingkungan keluarga yang positif.
Sosialisasi ini menyasar ibu-ibu PKK RT 11 Dukuh Pelem, Desa Geneng, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Melalui kegiatan tersebut, peserta diberikan edukasi mengenai konsep pola asuh positif serta cara menerapkannya dalam menghadapi berbagai perilaku dan kebutuhan anak. Sosialisasi diharapkan dapat menjadi sarana bagi orang tua untuk menambah wawasan dan mengevaluasi kembali pola pengasuhan yang selama ini diterapkan di lingkungan keluarga.
Dalam penyampaian materi, Yunandito menjelaskan bahwa pola asuh positif merupakan pendekatan pengasuhan yang mengedepankan kasih sayang, komunikasi, penghargaan, perhatian, serta pemberian batasan yang jelas kepada anak. Orang tua tidak hanya berperan dalam memenuhi kebutuhan fisik anak, tetapi juga perlu memberikan dukungan terhadap kebutuhan emosional dan perkembangan sosial anak.
Beberapa materi yang disampaikan meliputi pentingnya membangun komunikasi yang terbuka antara orang tua dan anak, mendengarkan pendapat serta perasaan anak, memberikan apresiasi terhadap usaha dan perilaku positif anak, serta memberikan aturan dengan cara yang tegas namun tetap mendidik. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menghindari kekerasan fisik maupun verbal, seperti membentak, memberikan label negatif, atau membandingkan anak dengan anak lainnya.
Selain itu, dalam sosialisasi juga dibahas mengenai cara orang tua menghadapi emosi anak. Orang tua diharapkan mampu memahami bahwa setiap anak memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda. Ketika anak menunjukkan perilaku tertentu, orang tua perlu berusaha memahami penyebabnya terlebih dahulu sebelum memberikan respons. Dengan demikian, orang tua dapat memberikan arahan dan konsekuensi yang sesuai tanpa mengabaikan perasaan anak.
Sebagai mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling, Yunandito juga memberikan pemahaman bahwa hubungan yang baik antara orang tua dan anak dapat menjadi salah satu faktor pendukung dalam perkembangan kepribadian anak. Lingkungan keluarga yang memberikan rasa aman, perhatian, dan kesempatan bagi anak untuk berkomunikasi dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu mengelola emosinya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif. Setelah penyampaian materi, peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan berbagai pengalaman dalam mendampingi anak. Peserta juga dapat bertanya mengenai cara menghadapi anak ketika mengalami tantrum, sulit diarahkan, atau menunjukkan perilaku yang kurang sesuai dengan harapan orang tua. Diskusi tersebut membuat kegiatan menjadi lebih komunikatif karena materi yang diberikan dapat dikaitkan langsung dengan kondisi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Antusiasme ibu-ibu PKK RT 11 terlihat dari keaktifan peserta dalam mengikuti penyampaian materi dan diskusi. Peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga diajak untuk memahami pentingnya melakukan pendekatan yang lebih positif dalam berkomunikasi dan mendidik anak. Melalui diskusi, peserta dapat saling bertukar pengalaman mengenai cara menghadapi berbagai karakter dan perilaku anak di lingkungan keluarga.
Sosialisasi pola asuh positif ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi para peserta, khususnya dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua dalam mendampingi anak. Penerapan pola asuh yang positif diharapkan mampu menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara orang tua dan anak serta membangun lingkungan keluarga yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan anak.
Program kerja individu ini juga menjadi salah satu bentuk implementasi ilmu yang diperoleh Yunandito selama menempuh pendidikan di Program Studi Bimbingan dan Konseling. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa tidak hanya menjalankan tugas akademik, tetapi juga dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk memberikan edukasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan terlaksananya kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 32 berharap sosialisasi yang diberikan dapat memberikan pemahaman yang berkelanjutan kepada ibu-ibu PKK RT 11 Dukuh Pelem. Pengetahuan mengenai pola asuh positif diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga orang tua mampu mendampingi anak dengan lebih sabar, komunikatif, dan penuh perhatian.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud kontribusi mahasiswa KKN UNISRI Kelompok 32 Desa Geneng dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui edukasi keluarga. Dengan adanya pemahaman yang lebih baik mengenai pola asuh positif, diharapkan dapat tercipta lingkungan keluarga yang mendukung perkembangan anak secara optimal serta membantu membentuk generasi yang memiliki karakter positif sejak dini. ( ist/**)
