Oleh : Fai’zah Deviany Azizah
Mahasiswa program kerja mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi Surakarta
Fokus Jateng – SRAGEN – Kegiatan sosialisasi pemberdayaan masyarakat dengan tema “Pemeliharaan Pekarangan dengan Tanaman Hortikultura: Upaya Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Mendukung Lingkungan Hijau dan Produktif” merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN Universitas Slamet Riyadi UNISRI. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memberikan pengetahuan dan motivasi kepada masyarakat agar dapat memanfaatkan lahan pekarangan rumah secara optimal untuk kegiatan budidaya tanaman hortikultura.
Sosialisasi dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Posyandu Lansia dan diikuti oleh masyarakat, khususnya ibu-ibu peserta kegiatan di Desa Brangkal, Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen pada Selasa, 12 Agustus 2026 siang.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi dan ajakan kepada masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar rumah sebagai tempat menanam tanaman yang bermanfaat bagi kebutuhan keluarga.
Materi sosialisasi meliputi pemanfaatan lahan pekarangan untuk budidaya tanaman hortikultura yang mudah ditanam dan dirawat, seperti cabai, terong, tomat, kangkung, dan berbagai tanaman hortikultura lainnya.
Masyarakat diberikan pemahaman bahwa pekarangan rumah yang sempit sekalipun tetap dapat dimanfaatkan dengan menggunakan pot, polybag, maupun wadah bekas yang masih layak digunakan. Selain itu, masyarakat juga diberikan bibit tanaman terong dan cabai rawit serta benih hortikultura lainnya sebagai sarana untuk mempraktikkan secara langsung materi yang telah disampaikan.
Dalam kegiatan ini juga diberikan pupuk NPK 16:16:16 yang berfungsi sebagai sumber unsur hara utama bagi tanaman, yaitu nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Pemberian pupuk diharapkan dapat membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman sehingga tanaman dapat tumbuh dengan baik dan produktif.
Menjelaskan pentingnya Meningkatnya pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan pekarangan rumah untuk budidaya tanaman hortikultura. Meningkatnya kesadaran masyarakat bahwa lahan pekarangan yang terbatas tetap dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tanaman pangan. Tersalurkannya bibit dan benih hortikultura berupa bibit terong, cabai rawit, dan benih tanaman lainnya kepada peserta kegiatan, dan Tersalurkannya pupuk NPK 16:16:16 sebagai pendukung pemeliharaan dan pertumbuhan tanaman, serta Masyarakat memperoleh pengetahuan dasar mengenai penanaman, pemeliharaan, pemupukan, dan pemanfaatan hasil tanaman hortikultura. Terbentuknya motivasi masyarakat untuk mulai melakukan kegiatan budidaya tanaman secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing. Terciptanya upaya awal untuk membangun lingkungan pekarangan yang lebih hijau, sehat, dan produktif
Kegiatan ini memberikan manfaat berupa peningkatan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan rumah sebagai lahan produktif. Hasil tanaman nantinya dapat digunakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan pangan keluarga, seperti cabai, terong, dan sayuran lainnya.
Pemanfaatan pekarangan juga dapat membantu menciptakan lingkungan rumah yang lebih hijau dan asri. Selain memberikan nilai estetika, kegiatan bercocok tanam di pekarangan dapat menjadi salah satu bentuk sederhana dalam mendukung ketahanan pangan keluarga karena masyarakat dapat memperoleh bahan pangan segar dari hasil budidaya sendiri.
Sebagai tindak lanjut dari kegiatan sosialisasi, masyarakat diharapkan dapat menanam dan merawat bibit serta benih yang telah diberikan secara mandiri di pekarangan rumah masing-masing. Pemeliharaan dilakukan secara rutin melalui penyiraman, pemupukan, pengendalian gulma dan hama, serta pemantauan pertumbuhan tanaman.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan pemanfaatan pekarangan tidak berhenti pada saat sosialisasi saja, tetapi dapat terus dilakukan oleh masyarakat sehingga terbentuk pekarangan rumah yang hijau, produktif, dan mampu memberikan manfaat bagi kebutuhan pangan keluarga. ( ist/**)
