Wujudkan Kampung Moderasi Karanganyar,  Desa Rejosari Gelar Diskusi Budaya Berbasis Gotong Royong

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Desa Rejosari, Gondangrejo, menjadi pusat perhatian melalui gelaran diskusi budaya yang atraktif dan penuh makna. Acara ini menekankan pentingnya interaksi antarbudaya dalam membentuk tatanan kehidupan masyarakat yang harmonis dan moderat.

Hadir sebagai narasumber utama, Dr. Titis Sri Muda Pitana, dosen Pascasarjana FIB Universitas Sebelas Maret (UNS). Dalam pemaparannya, Dr. Titis menyoroti fenomena interaksi budaya yang terjadi di tengah masyarakat. Menurutnya, kebudayaan bersifat dinamis dan terus berkembang melalui persinggungan nilai-nilai.

“Interaksi budaya dari nilai-nilai yang baik, baik yang datang dari luar maupun hasil interaksi kita dengan budaya lain, jika dikelola secara efektif dapat menghasilkan budaya baru yang positif,” ujar Dr. Titis. Ia juga menambahkan bahwa dalam studi kebudayaan, dikenal adanya budaya generik yang diwariskan turun-temurun serta budaya yang diproduksi karena interaksi sosial.

Kolaborasi untuk Agenda Budaya

Senada dengan hal tersebut, peminat kajian budaya sekaligus Wakil Ketua DPRD Kabupaten Karanganyar, Supriyanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif Desa Rejosari. Ia menilai semangat gotong royong yang ditampilkan warga merupakan aset penting bagi pembangunan daerah.

“Gotong royong di Rejosari ini luar biasa. Ini adalah best practice yang bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain. Meniru sesuatu yang baik itu tidak ada ruginya,” kata Supriyanto.

Lebih lanjut, Supriyanto menyatakan komitmennya untuk mengawal agenda-agenda budaya yang berbasis pada kekuatan masyarakat. Ia berencana melakukan kolaborasi erat dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karanganyar guna memastikan kegiatan pelestarian budaya mendapatkan dukungan yang tepat.

“Kami akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan Pemkab. Tentu atas izin dan kebijakan Bupati Karanganyar, Rober Christanto, selaku pemegang kebijakan penuh di kabupaten ini. Kita ingin agenda seperti ini berkelanjutan,” tegasnya , Minggu malam ( 3/5).

Seni Pertunjukan dan Moderasi

Acara diskusi ini juga dimeriahkan dengan berbagai pementasan seni yang mencerminkan kekayaan budaya lokal. Supriyanto menyebut pertunjukan yang dihadirkan di tingkat desa ini memiliki kualitas yang tidak kalah dengan gelaran di tingkat kabupaten.

Diskusi ini diharapkan mampu memperkuat identitas Desa Rejosari sebagai kampung moderasi, di mana perbedaan keyakinan dan latar belakang budaya dapat bertemu dalam satu titik temu yang positif melalui interaksi sosial yang sehat. ( gr/ bre )