fokusjateng.com – SURAKARTA – Program Studi (Prodi) S3 Pendidikan IPA dan Prodi S2 Pendidikan Sains Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sebelas Maret (UNS) ikut serta dalam Musyawarah Nasional (Munas) ke-3 Asosiasi Pascasarjana Pendidikan IPA Indonesia (APPII).
Munas APPII sebagai momentum strategis untuk memperkuat pengembangan kurikulum, jejaring akademik, dan peningkatan mutu lulusan.
Kegiatan yang diselenggarakan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dan Batu, Malang dihadiri oleh Direktur Direktorat Pendidikan dan Transformasi Pembelajaran, Prof. Rooselyna Ekawati, Ph.D.
Munas ini diikuti oleh berbagai prodi pascasarjana penyelenggara Pendidikan IPA / Pendidikan Sains bertempat di Surabaya, pada 24 April 2026.
Delegasi dari FKIP UNS dalam munas tersebut antara lain Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D (kaprodi S3 Pendidikan IPA), Puguh Karyanto, S.Si., M.Si., Ph.D (kaprodi S2 Pendidikan Sains), Dr. Meti Indrowati, S.Si., M.Si (ketua gugus kendali mutu S3 Pendidikan IPA), Dr. Bramastia, S.Pd., M.Pd (ketua gugus kendali mutu S2 Pendidikan Sains).
Ketua gugus kendali mutu S2 Pendidikan Sains, Dr. Bramastia, S.Pd., M.Pd menyampaikan pada hari pertama Munas diawali dengan sambutan dari ketua APPII, Prof. Sulistyo Saputro, M.Si., Ph.D. Selanjutnya dilakukan perumusan CPL Prodi S3 dan S2 Pendidikan Sains/IPA berdasarkan hasil rekomendasi asosiasi dan tercapai rumusan umum untuk Profil dan CPL Prodi S2 dan S3 Pendidikan Sains/IPA yang disahkan oleh seluruh koordinator prodi.
Program Studi S3 Pendidikan IPA dan Prodi S2 Pendidikan Sains berperan aktif dalam berbagai agenda dalam munas ini, khususnya dalam pembahasan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan profil lulusan.
“Jadi, forum ini memberikan dampak langsung bagi Program studi dalam upaya meninjau dan merumuskan kembali CPL agar lebih selaras dengan perkembangan ilmu pengetahuan, kebutuhan global, serta tuntutan dunia pendidikan masa depan,” katanya. Senin 4 Mei 2026.
Dijelaskan, melalui diskusi bersama para pakar, Prodi S3 Pendidikan IPA dan S2 Pendidikan Sains memperoleh penguatan perspektif bahwa keselarasan CPL antarperguruan tinggi menjadi kunci dalam menjaga standar mutu lulusan sekaligus meningkatkan daya saing nasional.
Selain itu, kegiatan ini juga membuka ruang berbagi praktik baik antaruniversitas, seperti strategi peningkatan publikasi ilmiah, kolaborasi kegiatan akademik, hingga pengembangan kapasitas dosen dan mahasiswa.
“Bagi prodi S3 Pendidikan IPA dan S2 Pendidikan Sains, hal ini menjadi peluang untuk mengadopsi dan mengadaptasi berbagai inovasi dalam pengelolaan program studi.”
Selanjutnya, di hari kedua, dilakukan penandatanganan MoA antara program studi dan diskusi pelaksanaan munas ke 4 di tahun 2027 yang akan dilaksanakan di Universitas Bengkulu. Prodi S3 Pendidikan IPA dan S2 Pendidikan Sains turut memperluas jejaring kerja sama melalui kolaborasi dengan universitas-universitas anggota APPII, diantaranya Universitas Tadulako dan Universitas Negeri Surabaya. Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan tridarma perguruan tinggi, khususnya dalam bidang pendidikan, penelitian, dan publikasi bersama.
“Keterlibatan dalam forum APPII juga memperkuat posisi prodi S3 Pendidikan IPA dan S2 Pendidikan Sains dalam jejaring nasional sebagai institusi yang aktif berkontribusi dalam pengembangan pendidikan IPA,” kata Dr. Bramastia, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan Munas juga memberikan wawasan baru bagi prodi S3 Pendidikan IPA dan S2 Pendidikan Sains terkait pentingnya inovasi program, seperti pengembangan skema double degree dan peningkatan daya tarik program studi kependidikan.
“Hal ini menjadi refleksi penting bagi program studi dalam merancang strategi pengembangan program yang lebih adaptif dan kompetitif,” imbuhnya.
Sebagai penutup, rapat pleno pembentukan pengurus baru APPII menjadi bagian penting dalam menentukan arah organisasi ke depan. Bagi prodi S3 Pendidikan IPA dan S2 Pendidikan Sains, keterlibatan dalam proses ini memperkuat komitmen institusi untuk terus berperan aktif dalam forum nasional, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan mutu pendidikan IPA di Indonesia. “Melalui partisipasi ini, prodi S3 Pendidikan IPA dan S2 Pendidikan Sains diharapkan mampu membawa energi baru dalam pengembangan program studi yang unggul dan berdampak,” pungkasnya. ( ist/**)
