FOKUSJATENG.COM-SRAGEN-Dalam rangka Hari Jadi ke-280 Kabupaten Sragen tahun ini dipastikan bakal lebih meriah di wilayah Sragen barat. Konser musik melalui inisiatif dari CV. Merona Jaya Abadi (MJA) siap menggelar perhelatan budaya dan musik bertajuk Pusparona Fest 2026 di lapangan SBI Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah.

randown kegiatan
Informasi yang dihimpun acara pada hari Sabtu (16/5/2026) mendatang. Penanggung Jawab Kegiatan, Heni Listyowati mengungkapkan bahwa Pusparona Fest dirancang untuk menyatukan dua sisi kesenian, yakni tradisional dan modern. Acara akan dimulai pukul 14.00 WIB dengan penampilan sendratari yang melibatkan enam sanggar tari lokal.
“Kami ingin menonjolkan potensi seni di Sragen Barat. Salah satunya melalui penampilan dari Sanggar Tari Puspa Rona Warna asal Saren, Kalijambe, bersama lima sanggar tari lainnya,” kata Heni pada Selasa (5/5/2026).

barcode
Acara hiburan musik yang menghadirkan deretan artis populer seperti Aftershine, Evan Loss, Panama musik, Shinta Gisul, Sadewo, hingga DJ Oh My Drop dijadwalkan akan memanjakan telinga para pengunjung.
Meski menjadi bagian dari rangkaian hari jadi kabupaten, Heni menegaskan bahwa Pusparona Fest merupakan event mandiri dari CV Merona Jaya Abadi. Total anggaran yang digelontorkan untuk proyek prestisius ini mencapai lebih dari Rp 1 miliar.
“Ini murni dari kami pribadi, tidak ada anggaran dari pemerintah. Kami memang mendedikasikan ini khusus dari Pusparona untuk Hari Jadi Sragen,” kata owner CV MJA tersebut.
Untuk menjaga kenyamanan dan kualitas acara, pihak penyelenggara menerapkan sistem tiket masuk dengan harga yang sangat terjangkau.
“Ada ticketing sebesar Rp 40.000. Ini lebih untuk membantu operasional kami saja. Tiket bisa didapatkan baik secara online maupun offline,” tambahnya.
Target penonton pada perhelatan ini dipatok mencapai lebih dari 5.000 hingga 7.000 orang, mengingat basis penggemar artis pengisi acara yang cukup besar di wilayah Soloraya. Namun, di balik angka tersebut, ada misi besar yang ingin disampaikan oleh Heni.
“Harapan kami, Sragen Barat lebih dikenal masyarakat luas. Di sini, di Gemolong, Kalijambe, dan sekitarnya, banyak sekali potensi seni seperti sanggar tari yang terkadang kurang ‘tercium’ oleh pusat (kota). Kami ingin menunjukkan bahwa putra daerah Sragen Barat itu ada dan punya potensi besar,” pungkasnya.
Dengan perpaduan apik antara kearifan lokal dan hiburan populer, Pusparona Fest 2026 diharapkan tidak hanya menjadi pesta rakyat, tetapi juga momentum kebangkitan identitas budaya bagi warga Sragen Barat. (hr)
