Ikrar Pemasyarakatan Bersih Handphone dan Narkoba. Rutan Boyolali Gelar Razia Gabungan 

fokus Jateng-BOYOLALI,  – Rutan Kelas IIB Boyolali menggelar razia secara besar-besaran di kamar hunian serta tes urine bagi warga binaan dan pegawai. Jumat 8 Mei 2026.

Razia yang melibatkan TNI, Polri, dan BNN Solo, disaksikan langsung sejumlah ormas, Kepala Kesbangpol Boyolali ini digelar usai prosesi ikrar pemasyarakatan bersih dari HP ilegal, bersih dari narkoba, bersih dari segala macam tindak pidana penipuan.

Kepala Rutan Kelas IIB Boyolali, Ervans Bahrudhin Mulyanto, mengatakan pihaknya tidak akan memberi toleransi jika ada petugas atau warga binaan yang terlibat.

“Tidak terjebak atau tidak terpengaruh, tidak baik terkait peredaran gelap narkoba, HP ilegal, dan tindak pidana penipuan. Tentu apabila ada keterlibatan, tentu kami tidak segan-segan, tidak ada toleransi, sehingga tentu kami akan tindak secara tegas,” tegasnya, Jumat.

Usai ikrar, petugas gabungan langsung merazia yang menyasar sejumlah kamar hunian. Sasaran dipilih secara acak. Selama kurang lebih dua jam penyisiran intensif, petugas gabungan memeriksa setiap sudut ruangan untuk mencari barang-barang terlarang.

Hasilnya, tim gabungan tidak menemukan adanya barang terlarang di kamar hunian warga binaan. Baik itu berupa narkotika maupun perangkat handphone. Petugas hanya menemukan sejumlah barang terlarang seperti paku, alat cukur hingga tali yang berpotensi disalahgunakan. Barang temuan akan didata lalu dimusnahkan.

“Tapi alhamdulillah berkat razia hari ini kita temukan, sehingga potensi terhadap gangguan keamanan bisa kita betul-betul cegah,” tambah Ervans.

Nantinya, pemilik barang akan didata dan diperiksa. Jika terbukti melanggar, warga binaan akan dicatat di Register F dan kehilangan hak remisi maupun integrasi seperti pembebasan bersyarat.

Pada kesempatan yang sama, Rutan Boyolali  juga menggelar tes urin sebagai langkah deteksi dini penyalahgunaan narkotika. Tes urine dilakukan pada sejumlah warga binaan dan pegawai Lapas secara acak. Setelah dilakukan tes urin, seluruh sampel dinyatakan negatif.

 “Alhamdulillah hasil dari tes urine, semua warga binaan yang dites urine, yang telah dipilih oleh aparat penegak hukum, hasilnya negatif semua,” ungkap Ervans.

Razia ini, menurut Ervans, menjadi wujud sinergi Rutan dengan stakeholder demi menciptakan lapas bersih dari narkoba dan HP ilegal.

Selain itu, Ervans mengungkapkan, saat ini Rutan Boyolali dihuni 278 orang dengan 9 diantaranya tahanan wanita, dari kapasitas rutan sebanyak 156 orang. Saat ini rata-rata isi kamar 16 hingga 22 orang.

“Situasi kondisi overcrowded di rutan kelas 2B Boyolali. Namun keadaan alhamdulillah stabil, keamanan, tertib di rutan,” pungkasnya. ( yull/**)