Jejak Majapahit di Balik Liang Lahat: Menguak Rahasia Arca dan Artefak Kuno Pulosari Karanganyar 

FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Sebuah penemuan tak sengaja di area pemakaman Desa Pulosari, Kecamatan Kebakramat, Kabupaten Karanganyar, pada Rabu (6/5), mendadak menjadi perbincangan hangat. Niat warga yang semula hanya ingin menggali kubur, justru berujung pada penemuan harta karun sejarah yang tertimbun tanah.

Benda-benda yang kini ditetapkan sebagai Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) tersebut diduga kuat berasal dari era akhir Kerajaan Majapahit, sebuah periode krusial dalam sejarah nusantara.

Potongan Sejarah dari Abad ke-15

Pamong Budaya Disdikbud Karanganyar, Hastutiningdyah Wijayatmi, menjelaskan bahwa koleksi artefak yang ditemukan memiliki ciri khas arsitektur klasik abad ke-15. Periode ini bukan sekadar angka, melainkan fase transisi besar saat pengaruh Hindu-Buddha mulai meredup dan fajar Islam mulai menyingsing di tanah Jawa.

Beberapa benda yang berhasil diidentifikasi antara lain:

  • Terakota Antefik berbentuk Kala: Hiasan yang biasanya diletakkan di atas pintu atau relung bangunan suci.

  • Antefik Kemuncak & Flora: Elemen dekoratif bangunan yang menunjukkan estetika tinggi masa itu.

  • Fragmen Arca: Potongan patung yang menjadi bukti adanya pemujaan atau simbol keagamaan di masa lalu.

  • Bagian Bangunan Lainnya: Menandakan adanya struktur permanen yang pernah berdiri di lokasi tersebut.

“Karakter bentuk antefik seperti kala hingga motif flora menunjukkan kuatnya unsur arsitektur klasik Majapahit. Namun, periode ini juga dikenal sebagai masa peralihan budaya,” ujar Hastutiningdyah.

Dari Tempat Suci Menjadi Makam: Sebuah Adaptasi Budaya

Hal yang paling menarik dari temuan ini adalah lokasi penemuannya yang berada di area makam. Menurut para ahli, fenomena ini menunjukkan adanya dinamika perubahan fungsi ruang.

Di masa transisi, sering kali situs-situs yang dulunya merupakan tempat suci Hindu-Buddha mengalami adaptasi atau alih fungsi seiring dengan perubahan keyakinan masyarakat setempat. Penemuan di Pulosari ini pun menjadi kepingan puzzle penting untuk memahami bagaimana masyarakat Karanganyar di masa lalu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Saat ini, benda-benda bersejarah tersebut telah diamankan di Kantor Disdikbud Kabupaten Karanganyar untuk penelitian lebih dalam. Petugas masih melakukan kajian lanjutan guna memastikan apakah masih ada struktur bangunan yang lebih besar yang masih terpendam di bawah tanah Desa Pulosari.

“Warga sangat kooperatif. Setelah menemukan benda yang bentuknya tidak lazim saat menggali kubur, mereka segera melapor kepada dinas terkait,” pungkas Hastuti.

Penemuan ini menjadi pengingat bahwa di bawah tanah yang kita injak, mungkin masih tersimpan cerita-cerita hebat dari para leluhur yang menunggu untuk diceritakan kembali. ( rg/ bre )