Disnakkan Boyolali Pastikan Hewan Sehat dan Aman Saat Iduladha

fokusJateng.com- Menjelang Hari Raya Iduladha 2026, Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Boyolali memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi aman, sehat, dan sesuai syariat.

Plt Kepala Disnakkan Boyolali, Ahmad Gojali,menyampaikan persiapan telah dilakukan sejak awal tahun, termasuk vaksinasi untuk mencegah penyebaran PMK, LSD, dan Anthrax ternak secara masif di kandang-kandang milik peternak.

“Pemeriksaan kesehatan itu dilakukan di seluruh pengepul hewan kurban se-Kabupaten Boyolali oleh petugas Bidang Keswan dan 5 UPT Puskeswan,” katanya. Kamis 7 Mei 2026.

Ia menambahkan, untuk menjamin keamanan hewan kurban, Disnakan Boyolali melakukan pemeriksaan hewan sebelum disembelih (ante mortem) dan sesudah disembelih ( post mortem)

“Dilakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem oleh petugas Kesehatan Hewan, yang telah diberi SK oleh Plt. Kadisnakkan dalam melaksanakan tugasnya, dibantu oleh PDHI Jateng IV Korwil Boyolali,” kata Ahmad Gojali.

Selain melakukan pengecekan hewan kurban, pihaknya juga mengambil sampel acak di 3 pengepul untuk memantau dan mengantisipasi penyakit dan bakteri. Sebab, banyak sapi yang ada di Boyolali berasal dari luar daerah, seperti Bali dan Madura. Sehingga

“Lalu, Laboratorium Keswan Balai Veteriner Provinsi Jateng juga  mengambil sampel acak di 3 pengepul. Sampel feses ini diperiksa untuk memastikan bebas cacing hati atau Fasciola hepatica, sekaligus pemeriksaan klinis PMK dan uji lab parasit darah,” paparnya.

Gojali menjelaskan pihaknya juga terus menggencarkan upaya vaksinasi terhadap hewan ternak. Hal itu untuk mencegah penularan penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban. Disebutkan, hingga 30 April 2026, vaksin PMK sudah disuntikkan 9.727 dosis dari target 16 ribu dosis.

“Untuk wilayah Kabupaten Boyolali sampai saat ini telah divaksin PMK sampai dengan tanggal 30 April 2026 sebanyak 9.727 dosis dan saat ini masih berjalan sampai target tercapai sekitar 16 ribu dosis,” ujarnya.

Vaksinasi LSD difokuskan di daerah berpotensi penularan karena bersifat sporadis. Sementara vaksinasi Anthrax rutin dilakukan di empat kecamatan endemis, yakni Klego, Ampel, Nogosari, dan Simo dengan total 2.000 dosis.

“Untuk vaksinasi LSD dilakukan pada daerah-daerah berpotensi penularan karena bersifat sporadis dan vaksinasi Anthrax juga telah rutin dilakukan di daerah endemis anthrax yaitu Kecamatan Klego, Kecamatan Ampel, Kecamatan Nogosari dan Kecamatan Simo dengan total vaksin sebanyak 2.000 dosis,” tuturnya.

Selain melakukan pengawasan teknis, Gojali menjelaskan, Disnakan juga mendorong masyarakat untuk lebih teliti dalam memilih hewan kurban.

Pihaknya menghimbau masyarakat untuk menjaga kesehatan lingkungan tempat penampungan hewan dan memastikan hewan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH). ( yull/**)