fokusJateng.com – BOYOLALI,– Lalai saat membakar sampah mengakibatkan sebuah rumah di Dukuh Kedung Banteng, Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, pada Selasa 5 Mei 2026. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun kerugian materi mencapai jutaan rupiah.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 10.00 WIB saat rumah milik Mulyono (61) dalam kondisi kosong ditinggal pemilik ke ladang. Kobaran api melalap bagian dapur rumah berukuran sekitar 4×4 meter serta sebagian ruang tengah.
Menurut tetangga korban, Maryadi, pertama kali mengetahui kejadian itu karena curiga mendengar gemeretak kayu yang terbakar. Saat ia mendatangi sumber suara, dilihatnya api sudah membakar rumah tetangganya.
“Pertama dengar suaranya gemeretak saja, tak kirain ada membakar apa itu bambu gitu. Ternyata api itu sudah gede banget,” ujarnya di lokasi kejadian, Selasa 5 Mei.
Ia mengaku saat itu sedang memasang batako di sebelah barat rumah milik korban. Sehingga ia sempat melihat asap membumbung dari rumah korban.
Karena curiga, lelaki itu kemudian mendatangi titik asap untuk memastikan. Saat mendekat, dilihatnya rumah dalam kondisi kosong, dan ia bergegas mencari bantuan warga lain.
” Saat itu, belum kelihatan apinya. Hanya asapnya saja. Terus saya lari ke lokasi asap itu dan nggak ada orang toh, yang punya rumah juga nggak ada. Terus saya lari cari bantuan,” kata Maryadi.
Kasi Damkar Satpol PP Kabupaten Boyolali, Jati Patitis, menjelaskan berdasarkan hasil asesmen sementara, saat kejadian dapur dalam kondisi kosong. Sebelumnya pemilik rumah diketahui sedang membersihkan lahan kosong dan membakar sampah di dekat area dapur.
“Terus kebetulan kayunya itu mengenai potongan karet dari kabel sehingga akhirnya merembet, kondisi angin sehingga api cepat menyebar ke dapur,” terangnya.
Jati melanjutkan, bagian yang terbakar adalah dapur di belakang rumah. Kondisi atapnya habis terbakar dan juga sebagian atap ruang tengah.
Selain itu, peralatan rumah tangga yang digunakan untuk berdagang juga ikut terbakar. Jati menyebut rumah dihuni dua sampai tiga orang. Saat kejadian, korban menyalakan api lalu pergi ke ladang.
Laporan kebakaran diterima Damkar sekitar setengah jam setelah kejadian. Laporan diteruskan dari kecamatan ke Damkar Satpol PP.
Saat petugas tiba, bagian belakang rumah sudah habis terbakar. Proses pemadaman hingga pendinginan berlangsung sekitar 15 menit. Untuk kerugian, Damkar masih menyelidiki nominalnya.
Jati mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, terlebih di musim panas dengan kondisi angin kencang.
“Kami minta warga tidak membakar sampah di dekat bangunan atau material mudah terbakar. Itu berpotensi kebakaran sangat tinggi,” pungkasnya. ( yull/**)
