FOKUSJATENG.COM, KARANGANYAR – Menghadapi siklus musim kemarau, Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirtalawu Karanganyar bergerak cepat. Di bawah komando Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama, Suparno, perusahaan plat merah ini berkomitmen memastikan setiap tetes air sampai ke rumah pelanggan tanpa kendala teknis.
Bagi Suparno, menjaga kepercayaan 80.000 pelanggan bukan sekadar tugas rutin, melainkan sebuah tanggung jawab moral yang harus dituntaskan melalui aksi nyata di lapangan.
Mitigasi Teknis: Bukan Sekadar Debit, Tapi Presisi Aliran
Meskipun kapasitas debit air dari belasan mata air di lereng Lawu dipastikan dalam kondisi aman, manajemen PUDAM Tirtalawu menolak untuk bersantai. Fokus utama kini bergeser pada analisa pemerataan tekanan air.
“Alhamdulillah, posisi debit mata air saat ini aman. Namun, kami fokus pada analisa pemerataan tekanan. Kami tidak ingin saat kemarau nanti air tidak mengalir bukan karena debit habis, tapi karena kendala teknis di pipa,” tegas Suparno saat meninjau kondisi lapangan.
Aksi Nyata Door-to-Door dan Perbaikan Titik Krusial
Dalam sepekan terakhir, tim teknis telah diterjunkan untuk melakukan survei menyeluruh secara door-to-door. Hasilnya, ditemukan kendala di wilayah Jatipuro (Area Timur) yang sempat menghambat aliran air ke sekitar 200 pelanggan.
Masalah Utama yang Ditemukan:
-
Kesalahan Teknis Tapping: Posisi penyambungan pipa transmisi yang lebih rendah dari posisi pelanggan.
-
Faktor Geografis: Medan berbukit yang memengaruhi tekanan distribusi.
“Dua hari ini sudah kami perbaiki dan hasilnya kini sudah lancar. Pembenahan serupa juga kami lakukan di wilayah Wonorejo dan Colomadu berdasarkan hasil evaluasi beban puncak saat libur hari raya lalu,” tambahnya.
Strategi Ketahanan Air PUDAM Tirtalawu
Untuk menjamin keberlangsungan distribusi, PUDAM Tirtalawu telah menyiapkan skema cadangan yang matang:
| Sumber Air | Total Titik | Status Operasional |
| Mata Air Alami | 23 Titik | 18 Optimal, 5 Konservasi (Irigasi) |
| Sumur Dalam (Back-up) | 17 Titik | Difungsikan 50% (Sesuai kebutuhan) |
Selain ketersediaan air, peremajaan infrastruktur juga digenjot. Di wilayah rawan seperti Pancot dan Tawangmangu, pipa PVC yang kaku diganti dengan pipa jenis PE yang lebih lentur dan tahan terhadap pergerakan tanah di medan curam.
Komitmen Pelayanan: Memetakan Masalah Sebelum Menjadi Keluhan
Menutup penjelasannya, Suparno menginstruksikan seluruh kepala unit untuk melakukan pemetaan wilayah secara detail. Ia menargetkan seluruh kendala tapping dan kebocoran pipa harus tuntas sebelum puncak kemarau panjang tiba.
“Kami sudah instruksikan tim untuk bergerak cepat. Dengan total 80.000 pelanggan, pelayanan prima adalah harga mati,” pungkasnya dengan optimis. ( bre suroto )
