Tingkat Kelulusan SD dan SMP di Karanganyar Capai Hampir 100 Persen, Daya Tampung SPMB Dipastikan Aman

FOKUSJATENG.COM. KARANGANYAR – Kabar gembira datang dari dunia pendidikan di Kabupaten Karanganyar. Tingkat kelulusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD) di wilayah ini pada tahun ajaran 2024/2025 berhasil mencapai hampir 100 persen.

Dari total 10.670 siswa SMP yang terdaftar, tercatat hanya tiga siswa yang dinyatakan tidak lulus. Sementara untuk jenjang SD, angka ketidaklulusan jauh lebih menonjol karena hanya ada satu siswa saja yang tidak lulus.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar, Heru Joko Sulistyono, menegaskan bahwa ketidaklulusan para siswa tersebut sama sekali bukan karena masalah akademik, melainkan karena kondisi khusus yang fatal.

“Secara umum tingkat kelulusan siswa SMP di Kabupaten Karanganyar sangat baik. Hanya ada tiga siswa yang tidak lulus dan semuanya karena faktor khusus di luar kemampuan akademik siswa,” ujar Heru saat dihubungi Radar Solo, Kamis (4/6).

Faktor Khusus di Luar Akademik

Heru membeberkan rincian penyebab siswa yang tidak lulus pada tahun ajaran ini:

  • Jenjang SMP (3 Siswa): Satu siswa dinyatakan putus sekolah, satu siswa tidak mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam jangka waktu yang lama, dan satu siswa lainnya meninggal dunia akibat kecelakaan.

  • Jenjang SD (1 Siswa): Tidak lulus lantaran tidak mengikuti kegiatan pembelajaran selama satu semester penuh, sehingga secara regulasi tidak memenuhi syarat kelulusan.

Menurut Heru, mayoritas siswa di Karanganyar telah menyelesaikan seluruh tahapan pembelajaran dengan sangat baik. Hal ini mencerminkan tingginya tingkat partisipasi pendidikan serta keberhasilan proses belajar mengajar di daerah tersebut.

Jaminan Daya Tampung SPMB: Warga Tak Perlu Khawatir

Menyambut tahun ajaran baru, Disdikbud Karanganyar juga membawa angin segar bagi para orang tua murid. Pihak dinas memastikan seluruh lulusan SD tahun ini dipastikan akan tertampung dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang SMP.

Masyarakat diminta tidak perlu cemas kehabisan kursi sekolah, sebab kapasitas yang tersedia justru longgar.

  • Total Daya Tampung SMP (Negeri & Swasta): Kurang lebih sekitar 13.000 siswa.

  • Jumlah Lulusan SD: Jauh di bawah angka 13.000 siswa.

“Kapasitas rombel (rombongan belajar) yang tersedia masih mencukupi. Daya tampung SMP negeri dan swasta sekitar 13 ribu siswa sehingga seluruh lulusan SD masih bisa tertampung,” tegas Heru.

Komitmen Tekan Angka Putus Sekolah

Meski capaian kelulusan sudah sangat tinggi, Disdikbud Karanganyar tidak mau lengah. Ke depan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan dan program pendampingan, khususnya bagi siswa yang masuk kategori berisiko putus sekolah.

Langkah preventif ini diharapkan mampu menekan angka ketidaklulusan hingga menyentuh angka nol (zero dropout) pada tahun-tahun mendatang, sekaligus memastikan seluruh anak usia sekolah di Karanganyar tuntas mengenyam pendidikan dasar. ( gdr / bre )