Oleh: Putri Wijayanti -Mahasiswa Program Studi Manajemen UNISRI Surakarta
Fokus Jateng -SRAGEN — Program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Kelompok 78 menjadi momen penting bagi mahasiswa Universitas Slamet Riyadi Surakarta untuk mempraktikkan ilmu yang telah dipelajari sekaligus turut berkontribusi langsung bagi masyarakat. Saya, Putri Wijayanti selaku koordinasi kegiatan dari program studi Manajemen UNISRI, memperoleh kesempatan menjalankan program kerja individu KKN di Balai Desa Pagak, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen, yang diselenggarakan pada 12 Agustus 2026.
Program kerja tersebut mengangkat tema pengenalan kemasan menarik sebagai upaya meningkatkan nilai jual produk, dengan gelas berstiker sebagai contoh penerapan kemasan yang lebih menarik. Gelas yang digunakan merupakan wadah lilin aromaterapi dari minyak jelantah, produk hasil program kerja yang berkolaborasi dengan teman satu tim, sekaligus menjadi contoh nyata bagaimana kemasan berstiker dapat mempercantik tampilan produk tersebut. Kegiatan ini bertujuan membekali ibu-ibu PKK Desa Pagak dengan pemahaman bahwa kemasan yang menarik dapat menaikkan nilai jual sekaligus memikat perhatian calon konsumen.
Materi yang disampaikan mencakup peran kemasan dalam strategi pemasaran, dorongan untuk lebih kreatif dalam mengemas produk rumahan, serta penyadaran bahwa tampilan produk turut menjadi faktor penentu daya saing di pasar.
Dalam pelaksanaannya, dilakukan secara langsung di Balai Desa Pagak untuk memaparkan pentingnya kemasan menarik bagi nilai jual produk, dilanjutkan dengan praktik langsung menempel stiker pada gelas bersama ibu-ibu PKK secara interaktif.
“Kemasan bukan hanya pembungkus semata, tapi juga bagian dari strategi pemasaran. Para pelaku usaha rumahan perlu menyadari bahwa tampilan produk yang rapi dan menarik bisa menaikkan nilai jual sekaligus daya tarik di mata konsumen,” ungkap Putri Wijayanti selaku pemateri.
Banyak pengalaman berharga yang didapat dari rangkaian kegiatan ini, mulai dari teknik komunikasi publik yang tepat untuk ibu-ibu PKK, cara mengelola jalannya sosialisasi, sampai pentingnya menjalin kerja sama dengan perangkat desa dan pengurus PKK setempat. Antusiasme serta kebutuhan ibu-ibu PKK Desa Pagak turut diamati guna membantu mendorong semangat mereka mengembangkan usaha rumahan yang lebih kompetitif lewat pengemasan produk yang lebih baik.
Dari pelaksanaan program kerja KKN-PPM 78 di Balai Desa Pagak Sragen ini, dapat disimpulkan bahwa kegiatan tersebut memberi pengalaman dan bekal ilmu yang sangat berharga bagi mahasiswa ke depannya. Keterlibatan langsung dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat memberi pemahaman nyata tentang praktik pengabdian masyarakat serta cara berinteraksi dalam mendampingi pelaku usaha rumahan di tingkat desa. Program KKN ini memberi manfaat timbal balik, baik bagi mahasiswa maupun ibu-ibu PKK, karena turut mengasah keterampilan sosial dan membekali pemahaman strategi pemasaran sederhana demi keberlangsungan usaha di masa mendatang.
Sebagai penutup, terima kasih diucapkan kepada seluruh pihak di Pemerintah Desa Pagak dan ibu-ibu PKK yang telah memberi kesempatan, bimbingan, serta dukungan selama program kerja KKN berlangsung. Semoga kerja sama ini terus berlanjut dan memberi manfaat bagi Universitas Slamet Riyadi maupun masyarakat Desa Pagak. (ist/**)
